Denpasar, hariandialog.co.di – Otoritas Jasa Keungan Provinsi Bali ( OJK ) Senantiasa mendorong terwujudnya literasi dan inklusi keuangan bagi semua pihak, termasuk penyandang disabilitas salah satu sasaran prioritas edukasi keuangan dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia tahun 2021-2025.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan(OJK Prov. Bali, Kristrianti Puji Rahayu mengatakan, Untuk memperkecil gap tingkat literasi dan inklusi di Bali, OJK terus melakukan bauran strategi antara lain melalui edukasi keuangan secara tatap muka, edukasi keuangan online, aliansi strategis, juga mengedukasi keuangan secara tematik.
Selama 2025 hingga Juli, dalam siaran pers disebutkan, OJK Provinsi Bali telah melaksanakan 122 kegiatan edukasi keuangan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali yang telah menjangkau lebih dari 16.743 orang, dan juga edukasi melalui media sosial yang menjangkau sekitar 147.464 orang.
Edukasi Keuangan selama tahun 2025 hingga Juli OJK berkolaborasi dengan stakeholders melalui program intensifikasi pemanfaatan SiMolek, program 1-5 km care, edukasi segmented kepada pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, kepala desa, Aparat Sipil Negara (ASN), dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), program OJK Ngiring ke Banjar, serta Training of Trainers (ToT) bagi anggota Satgas PASTI.
Dalam mengakselerasi tingkat literasi keuangan masyarakat di Provinsi Bali khusus wilayah perdesaan, OJK Provinsi Bali kembali menjalin aliansi strategis dengan Universitas Udayana dan Universitas Pendidikan Ganesha dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) tahun 2025.
Selain itu 2025 ini, OJK Provinsi Bali bekerja sama dengan Universitas Warmadewa mensukseskan program KKN LIK. Aliansi strategis dengan civitas akademika salah satu bauran strategi OJK Provinsi Bali meningkatkan literasi dan inklusi di Bali. Program KKN LIK tahun 2025 menyasar total 50 desa di Bali dengan peserta sebanyak 751 mahasiswa.
Tercatat dilaksanakan 10.097 kegiatan jumlah peserta sebanyak 63.643 orang terdiri dari Edukasi Ngiring ke Banjar sebanyak 60 kegiatan kepada 4.169 masyarakat, Edukasi Sangkep Yowana sebanyak 59 kegiatan kepada 3.034 muda mudi di desa KKN LIK, Edukasi Goes to School yang dilaksanakan pada 291 sekolah dengan 310 kegiatan dan sebanyak 33.949 pelajar, serta Edukasi Door to Door yang ditujukan kepada 9.668 KK dengan jumlah peserta masyarakat umum mencapai 22.491 orang.
Selain edukasi langsung, peserta KKN LIK juga Survei Literasi dan Inklusi Keuangan kepada 13.061 responden serta edukasi melaui pojok literasi keuangan dan sarana media digital.
Selain itu, edukasi secara online seperti melalui media sosial yaitu Instagram dan publikasi Iklan Layanan Masyarakat pada radio serta media online yang ada di Provinsi Bali.Upaya literasi keuangan OJK Bali diiringi penguatan program inklusi keuangan didukung berbagai pihak,diantaranya bersinergi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melibatkan Kementerian/Lembaga, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), akademisi, dan stakeholders lainnya.
Sepanjang tahun 2025 sampai Juli, TPAKD di Provinsi Bali telah menggelar 485 kegiatan total peserta sebanyak 38.055 orang. Adapun kegiatan diselenggarakan terkait program Kredit/Pembiayan Sektor Prioritas (K/PSP), Kejarku Pandai, UMKM Bali Nadi Jayanti, Program Peningkatan Inklusi Pasar Modal serta Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDa).
Agustus 2025, OJK memberikan penganugerahan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award dan Financial Literacy Award. KEJAR Award diberikan kepada industri perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah aktif mendukung implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) melalui pembukaan rekening, publikasi, sosialisasi, maupun edukasi. Kota Denpasar terpilih sebagai Juara 1 Kategori Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota.
OJK terus mendorong penyelesaian pengaduan yang masuk melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), baik yang berindikasi sengketa maupun yang berindikasi pelanggaran.
Terima 367 Pengaduan
Selama 2025 hingga Juli, Kantor OJK Provinsi Bali telah menerima 367 pengaduan, di antaranya sebanyak 140 merupakan pengaduan sektor perbankan, 154 pengaduan Perusahaan Peer to Peer Lending, 59 pengaduan Perusahaan Pembiayaan, 8 pengaduan Perusahaan Asuransi, 1 pengaduan industri jasa keuangan non-bank lainnya, serta 5 pengaduan Pasar Modal.
Status pengaduan yaitu sebanyak 354 pengaduan telah selesai, 3 pengaduan dalam proses penanganan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), dan 10 pengaduan dalam proses tanggapan oleh Konsumen. Berdasarkan jenis permasalahannya, pengaduan didominasi oleh permasalahan terkait perilaku petugas penagihan sebanyak 116 pengaduan dan fraud eksternal (penipuan, pembobolan rekening, skimming, cyber-crime) sebanyak 54 pengaduan.
Untuk kelancaran kredit/pembiayaan dari Industri Jasa Keuangan kepada Masyarakat, OJK memberikan pelayanan penarikan data Informasi Debitur (iDeb) Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Selama tahun 2025 hingga Juli, OJK Provinsi Bali telah melayani penarikan data Ideb SLIK baik secara online sebanyak 2.421 orang dan walk in sebanyak 3.927 orang. (NL)
