Denpasar, hariandialog.co.id -Jumlah investor Pasar Modal wilayah Bali masih tetap menunjukkan pertumbuhan tinggi yaitu mencapai double digit dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya. Pada Juni 2025, jumlah investor saham di Bali sebanyak 160.067 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 24,29 persen yoy. Demikian juga dengan jumlah investor Reksa Dana dan SBN yang masing-masing tumbuh sebesar 20,06 persen yoy dan 17,21 persen yoy.
Dalam Siaran Pers dari OJK Bali tercatat Juni 2025, Nilai kepemilikan saham di Bali mencapai Rp5,81 triliun atau tumbuh 22,70 persen yoy lebih tinggi dibandingkan Juni 2024 yang sebesar 3,00 persen yoy. Sementara itu, nilai transaksi saham sebesar Rp3,54 triliun atau tumbuh 143,07 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan Juni 2024.
Sementara itu Perkembangan Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Modal Ventura. Piutang Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan di Bali posisi Juni 2025 mencapai Rp11,76 triliun, tumbuh 3,89 persen yoy, lebih rendah dibandingkan posisi Juni 2024 yang tumbuh sebesar 13,60 persen yoy.
Pembiayaan tersebut didominasi oleh pembiayaan kepada Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (market share 20,08 persen), serta pembiayaan kepada Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya (market share 13,82 persen).
Di sisi lain, tingkat pembiayaan bermasalah relatif rendah dan terkendali. Tingkat Non Performing Financing (NPF) posisi Juni 2025 sebesar 1,14 persen, sedikit meningkat dibandingkan posisi Juni 2024 yang sebesar 1,02 persen.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan melalui Modal Ventura di Provinsi Bali sebesar Rp94,28 miliar dengan pertumbuhan sebesar 4,46 persen yoy, lebih rendah dibandingkan Juni 2024 yang sebesar 8,50 persen yoy. Tingkat Non-Performing Financing (NPF) Modal Ventura posisi Juni 2025 relatif rendah dan terkendali yaitu sebesar 1,29 persen, membaik dibandingkan Juni 2024 yang sebesar 1,53 persen.( NL )
