Jakarta, hariandialog.co.id.- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan
komitmennya membasmi praktik korupsi yang merugikan negara. Prabowo
menegaskan tingkat korupsi di RI bikin cemas.
Hal itu disampaikan Prabowo secara virtual di forum
internasional World Government Summit 2025 yang digelar di Dubai.
“Tingkat korupsi di negara saya sangat mengkhawatirkan,” kata Prabowo,
13 Februari 2025.
Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2024 Naik Jadi 37, Peringkat 99
Prabowo berkomitmen mengerahkan seluruh tenaga dan wewenangnya dalam
memberantas korupsi. Sebab, menurut dia, praktik rasuah menjadi akar
kemunduran berbagai sektor. “Dan itulah, mengapa saya bertekad untuk
menggunakan seluruh tenaga, seluruh wewenang yang diberikan kepada
saya oleh konstitusi untuk mencoba mengatasi penyakit ini. Menurut
saya, (korupsi) adalah akar dari semua kemunduran di sektor-sektor,”
ujarnya.
Dia menyebutkan sektor-sektor itu meliputi pendidikan
hingga penelitian dan pengembangan. Prabowo yakin komitmennya itu
diperkuat dengan dukungan banyak pihak.
“Dan sekarang, setelah 100 hari, saya merasa mayoritas rakyat
Indonesia mendukung saya. Mereka menderita setiap hari akibat korupsi
ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo memandang tata pemerintahan yang baik
adalah kunci membasmi korupsi. Pada awal pemerintahannya, ia mengaku
telah melakukan penghematan anggaran negara sebesar USD 20 miliar.
“Saya sangat percaya diri, dan saya rasa semua orang, khususnya
masyarakat Indonesia, memahami hal ini. Meskipun demikian, saya
menghadapi perlawanan dari birokrasi yang sudah mengakar. Beberapa
dari mereka menganggap diri mereka tidak dapat disentuh,” ucap
Prabowo.
Kendati menghadapi kendala, Prabowo tetap yakin pada
pendiriannya. Ia mengaku akan tetap tancap gas dan tidak segan untuk
memberantas korupsi. “Saya belum mulai berperang. Jadi saya pikir ini
akan menjadi moto saya. Setelah 100 hari, saya belum memulai
perjuangan saya. Dan saya yakin, kita akan mencapai kemajuan yang
signifikan,” ujar Prabowo, tulis cnni. (tob-01).
