Jakarta, hariandialog.co.id.- Proyek pembangunan taman
‘Pejatian” yang letaknya di Jalan Raya Pasar Minggu, sejajar dengan
masjid Raya Attaqwa, sudah selesai sesuai jadwal pada Oktober 2021.
Pekerjaannya dimulai Mei 2021. Taman milik Pemda DKI Jakarta cq. Dinas
Pertamanan dan Kehutangan DKI Jakarta.
Pembangunan taman tersebut menggunakan uang APBD 2021
yang dikerjakan salah satu perusahaan dengan alamat di wilayah Jakarta
Timur. Namun, walau sudah selesai dikerjakan dan ada alat permainan
belum bisa dipergunakan. “Belum ada izin dari pimpinan penggunaan alat
yang ada disni dan juga taman belum dibuka untuk umum,” kata salah
seorang dari dua orang penjaga Taman tersebut.
Tampak taman yang berada di sisi Jalan Raya Pasar
Minggu dari arah Lenteng Agung itu, belum ada pagar. Untuk pagar di
depan yang menghadap jalan raya hanya tanaman kembang. Sementara pagar
untuk sebelah kiri dan kanan dan juga belakang belum ada. Pagar yang
ada sekarang ini hanya tembok rumah sisi kiri dan kanan juga belakang
taman.
Terkait belum adanya pagar dari taman Pejatien itu,
baik petugas yang setiap pagi membersihkan maupun keamanan berseragam
tidak berkomentar. “Kami hanya disuruh membersihkan saja dan merawat
taman ini. Terkait masalah pagar belum ada bukan urusan kami,” sahut
si wanita yang setiap hari membersihkan dan merawat taman itu.
Salah seorang warga RT 003 Rw 05, Kelurahan Pejaten
Barat, Pasar Minggu, tempatnya berada taman, menyebutkan tidak adanya
pagar disekelilingnya perlu menjadi perhatian dari aparat penegak
hukum. “Aneh taman siindah dan berada di sisi jalan Raya Pasar Minggu,
tidak ada pagarnya perlu menjadi perhatian dari aparat penegak hukum
untuk menyelidikinya apakah dari Kepolisan dan atau Kejaksaan,”
katanya.
Warga yang tidak mau disebut namanya di koran itu
mencurigai ada permainan di proyek pembangunan dan pekerjaan taman.
Pasalnya, sudah selesai sejak tahun 2021, dan tidak ada pagar sama
sekali. “Jadi sepertinya tidak sesuai dengan bestek yang ada di SPK
dari Pemda DKI Jakarta cq. Dinas Pertamanan dan Kehutangan DKI
Jakarta,” jelasnya. (tob).
