Probolinggo, hariandialog.co.id.-Kabar kurang menyenangkan kembali menghampiri para petani tembakau di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. PT Gudang Garam Tbk memastikan belum akan melakukan pembelian tembakau dari petani setempat hingga empat tahun ke depan, atau diperkirakan hingga tahun 2030 mendatang.
Pembelian tembakau dari wilayah Probolinggo, sebenarnya sudah tidak dilakukan sejak tahun 2023. Kini, kebijakan tersebut dipastikan masih akan berlangsung lebih lama lagi.
Hal itu diungkapkan Olivia, Pengurus Gudang Daerah PT Gudang Garam Tbk. Ia menjelaskan bahwa penangguhan pembelian ini didasari dua alasan utama: tumpukan stok tembakau yang masih melimpah serta kondisi pasar yang terus menurun. “Pembelian tembakau tidak sama di setiap daerah. Beberapa tahun lalu kami sempat mengambil banyak di Probolinggo, sehingga stok kami masih mencukupi. Nanti baru akan beralih ke daerah lain jika stok di tempat tersebut sudah habis. Jadi tidak semua gudang bisa membeli sekaligus,” jelas Olivia.
Ia menambahkan, dengan kondisi penjualan saat ini, pembelian tembakau dari Probolinggo diperkirakan baru bisa kembali dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
“Kami mohon maaf sekaligus memohon doa. Kami pun sebenarnya terdampak, karena jika tidak ada aktivitas pembelian, efisiensi juga akan dilakukan di lingkungan kami. Semoga Gudang Garam segera pulih dan bisa membeli tembakau seperti dulu lagi,” ucapnya.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Reno Handoyo, menanggapi hal ini dengan serius. Ia menegaskan akan mengupayakan langkah agar pembelian tembakau lokal segera diaktifkan kembali. “Kami akan pelajari regulasinya, lalu berkirim surat dan berkoordinasi langsung dengan kantor pusat Gudang Garam. Kami ingin pembelian tembakau dari petani Probolinggo bisa segera dilakukan kembali,” tegas Reno, saat melakukan monitoring di 6 titik gudang tembakau, Selasa (1/9/2026).
Terkait isu yang beredar mengenai penutupan gudang dan penurunan harga tembakau, Reno membantah hal tersebut. Bersama Dinas terkait, HKTI, dan Apti, pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memastikan seluruh gudang tetap beroperasi. “Petani jangan khawatir. Isu gudang tutup itu tidak benar. Itu mungkin ada permainan pihak yang tidak bertanggung jawab. Faktanya, gudang tetap buka dan harga tembakau saat ini berada di angka Rp50.000 hingga Rp63.000 per kilogram,” pungkasnya. Tulis times ind(risky-01)
