Sidoarjo, hariandialog.co.id.- Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi setelah para santri menyantap menu MBG untuk jatah makan siang. Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, sejumlah santri mulai merasakan keluhan kesehatan tak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan.
Gejala tersebut kemudian dirasakan oleh semakin banyak santri. Setelah melaksanakan salat zuhur, sejumlah santri mulai mengeluhkan kondisi tubuh mereka. Keluhan dilaporkan kian meluas saat memasuki waktu asar.
Memasuki waktu magrib, kondisi para santri kian memburuk sehingga harus dievakuasi ke beberapa rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Berdasarkan data sementara yang diterima TIMES Indonesia, sedikitnya 120 santri telah dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Notopuro dan RSI Siti Hajar Sidoarjo. Jumlah korban masih berpotensi bertambah karena proses evakuasi dan pendataan terus berlangsung.
Puluhan Ambulans Dikerahkan, Orang Tua Menanti Kepastian
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan ambulans terlihat keluar-masuk kawasan Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Armada tersebut dikerahkan untuk mengevakuasi para santri yang membutuhkan penanganan medis darurat.
Sementara itu, puluhan orang tua dan wali santri berkumpul di luar gerbang pesantren. Mereka cemas menanti informasi pasti mengenai kondisi anak-anak mereka yang telah dievakuasi ke rumah sakit.
Makanan yang dikonsumsi para santri tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan massal yang dialami para santri belum diketahui. Pihak terkait masih berfokus pada penanganan medis, pendataan korban, serta penelusuran laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, tulis times ind. (salim-01)
