Surabaya, hariandialog.co.id.- — Puluhan guru besar, aktivis, dan
intelektual lintas disiplin dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga
di Indonesia menyatakan dukungan penuh kepada gerakan mahasiswa yang
belakangan ini menghadapi tekanan dan tindakan represif aparat.
Pernyataan dari 64 tokoh itu dirilis Sabtu, 27 Juni 2026,
menyusul serangkaian insiden kekerasan terhadap aksi penyampaian
pendapat mahasiswa, termasuk pembubaran paksa dan penangkapan massal
dalam demonstrasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (27/6).
Dari kalangan ekonom dan pakar kebijakan publik, nama-nama
yang turut menandatangani antara lain Anthony Budiawan, A.
Prasetyantoko,
Bhima Yudhistira Adhinegara, Rimawan Pradiptyo, Wahyudi Kumorotomo,
Nailul Huda, Yazid Bindar dan Muh. Baiquni.
Dari bidang hukum dan hak asasi manusia, pernyataan ini
didukung oleh Todung Mulya Lubis, Bivitri Susanti, Feri Amsari,
Asfinawati, Muh. Isnur, Usman Hamid, La Ode Syarif, Rifqi Sjarief
Assegaf, Mas Achmad Santosa, Taufik Basari, Teddy Basari, Josi
Khatarina, Susi Dwi Hanrijanti, Zainal Arifin Mochtar, Norman Edwin
Elnizar dan Rifqi Sjarief Assegaf.
Dari kalangan akademisi dan ilmuwan sosial turut membubuhkan
nama Manneke Budiman, Sulistyowati Irianto, Ani Soetjipto, Ery
Francisia Seda, Makmur Keliat, Saiful Mujani, Yanuar Nugroho, Yasraf A
Piliang, Ikrar Nusa Bhakti, Marzuki Darusman, Sandra Moniaga, Hilmar
Farid, Jaleswari Pramodhawardhani, Syafrudin Karimi, Dwi Andreas
Santo, Martua Sirait, Salvatore Simarmata, Teddy Prasetyono, Ery
Riyana Hardjapamekas, Danang Widoyoko, Suraya Afif, Sulistyowati
Irianto dan Yustinus Prastowo.
Sedangkan tokoh-tokoh lain yang turut menandatangani adalah
Achmad Arif, Agung Wibowo, Alif Iman, A. Setyo Wibowo, Anton J Supit,
Arif Zulkifli, Dian Rositawati, Edgar Anugrapaksi, Firda Amalia,
Haryadi, Hilda Assiyatun, Ita Fatia Nadya, Kurie Suditomo, Mardiyah
Chamim, Media Wahyudi Askar, Nadia K Wibowo, Novrizal, Nurina, Silvia
Irawan, Hilda Assiyatun, Jaleswari Pramodhawardhani dan Salvatore
Simarmata.
Para guru besar dan tokoh intelektual itu menegaskan ,
gerakan mahasiswa merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah
perjuangan bangsa. Mereka dinilai sebagai tokoh yang berani
menyuarakan kebenaran dan keadilan. “Gerakan mahasiswa adalah pilar
penting sejarah perjuangan bangsa ini. Dari masa ke masa, mahasiswa
telah membuktikan diri sebagai agen perubahan yang berani menyuarakan
kebenaran dan keadilan,” demikian pernyataan mereka, tulis cnni.
(dika-01)
