
Denpasar-hariandialog.co.id- OJK senantiasa mendorong terwujudnya literasi dan inklusi keuangan bagi semua pihak dengan 10 (sepuluh) sasaran prioritas tertuang dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia tahun 2021-2025 mencakup Pelajar, Mahasiswa, dan Pemuda/i; Profesi; Karyawan; Petani dan Nelayan; Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Calon PMI; Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah; Penyandang Disabilitas; Masyarakat Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T); Perempuan/Ibu Rumah Tangga; dan Komunitas.
Mendorong tingkat literasi dan inklusi di Provinsi Bali, Kepala Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Prov.Bali , Kristrianti Puji Rahayu mengatakan,OJK terus melakukan bauran strategi diantaranya, melalui edukasi keuangan secara tatap muka, edukasi keuangan secara online, aliansi strategis, juga edukasi keuangan secara tematik.
Selama 2025 hingga Oktober, OJK Provinsi Bali telah melaksanakan 162 kegiatan edukasi keuangan di seluruh Kabupaten/kota di Provinsi Bali menjangkau lebih dari 23.609 orang, dan edukasi melalui media sosial menjangkau sekitar 247.329 orang. Selain itu, mengakselerasi tingkat literasi keuangan masyarakat di Bali khususnya wilayah perdesaan.
“ OJK Provinsi Bali kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) tahun 2025 melalui aliansi strategis bersama Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha, dan Universitas Warmadewa. Program ini menyasar 50 desa di Bali dengan 751 mahasiswa KKN, serta telah melaksanakan 10.097 kegiatan yang menjangkau 63.643 orang.
Selain itu OJK edukasi Lembaga Jasa Keuangan di Provinsi Bali melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) sampai Oktober 2025 telah mencapai 1.646, kegiatan menjangkau 834.138 peserta kegiatan. Dengan demikian, total pelaksanaan kegiatan edukasi keuangan di Provinsi Bali mencapai 1.404 kegiatan dan menjangkau 610.870 peserta.
Sepanjang tahun 2025- Oktober OJK berkolaborasi dengan stakeholders melalui program intensifikasi pemanfaatan SiMolek, program 1-5 km care, edukasi segmented kepada pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, kepala desa, Aparat Sipil Negara (ASN), dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), program OJK Ngiring ke Banjar, serta Training of Trainers (ToT) bagi anggota Satgas PASTI.Selain itu, edukasi online seperti melalui media sosial Instagram dan publikasi Iklan Layanan Masyarakat di radio serta media online ada di Provinsi Bali.
Upaya literasi keuangan dari OJK Provinsi Bali diiringi penguatan program inklusi keuangan didukung berbagai pihak, diantaranya sinergi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melibatkan Kementerian/Lembaga, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), akademisi, dan stakeholders lainnya. Selama tahun 2025 hingga bulan Oktober, TPAKD Provinsi Bali menggelar 812 kegiatan total peserta sebanyak 67.824 orang, terkait program Kredit/Pembiayan Sektor Prioritas (K/PSP), Kejarku Pandai, UMKM Bali Nadi Jayanti, Program Peningkatan Inklusi Pasar Modal serta Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDa). ( NL )
