
Denpasar-hariandialog.co,id – Jumlah investor Pasar Modal di Provinsi Bali tetap menunjukkan pertumbuhan double digit dibandingkan posisi sama tahun sebelumnya. Pada September 2025, jumlah investor di Provinsi Bali sebanyak 338.168 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 21,68 persen yoy, melandai dibandingkan September 2024 yang tumbuh sebesar 24,69 persen yoy (Agustus 2025: 17,32 persen yoy).
Nilai kepemilikan saham di Provinsi Bali mencapai Rp6,21 triliun atau tumbuh 30,43 persen yoy lebih tinggi dibandingkan September 2024 yang sebesar 8,33 persen yoy. Sementara itu, nilai transaksi saham sebesar Rp4,88 triliun atau tumbuh 72,55 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan September 2024 yang sebesar 32,40 persen yoy.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Prov. Bali, Kristrianti Puji Rahayu menjelaskan, Piutang Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan di Provinsi Bali posisi September 2025 mencapai Rp12,06 triliun, tumbuh 2,07 persen yoy, melandai dibandingkan posisi September 2024 yang tumbuh sebesar 15,20 persen yoy. Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan Non Performing Financing (NPF) sebesar 1,15 persen, sedikit meningkat dibandingkan posisi September 2024 yang sebesar 0,86 persen.
Pembiayaan tersebut didominasi oleh pembiayaan kepada Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor dengan porsi penyaluran 19,88 persen, serta pembiayaan kepada Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya dengan porsi penyaluran 13,37 persen.
Untuk penyaluran pembiayaan melalui Modal Ventura di Provinsi Bali tercatat sebesar Rp102,97 miliar atau tumbuh sebesar 10,08 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan September 2024 yang sebesar 8,18 persen yoy. Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga, tercermin dari NPF yang berada pada level rendah dan terkendali yaitu sebesar 1,34 persen, meskipun sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi September 2024 yang sebesar 1,13 persen.( NL )
