
Denpasar, hariandialog.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, mencatat ekonomi Bali triwulan IV 2024 tetap tumbuh tinggi sebesar 5,19% (yoy), meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,43% (yoy).Capaian ini menempatkan Bali pada peringkat kesepuluh dari 38 Provinsi di Indonesia berada di atas ratarata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02% (yoy).
“ Dengan perkembangan ini,ekonomi Bali secara keseluruhan 2024 tumbuh positif 5,48% (yoy), lebih tinggi dibandingkan ekonomi nasional sebesar 5,03% (yoy). Pertumbuhan Bali tetap kuat menjadi indikator penting akan ketahanan dan potensi ekonomi wilayah dalam menghadapi tantangan global dan domestik, “ jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja.Kamis ( 6/2) di Denpasar..
Ia menyebut,dari sisi pengeluaran, peningkatan ekonomi Bali didorong oleh pertumbuhan pada investasi dan aktivitas ekspor. Investasi menguat sebesar 4.19% (yoy) sejalan dengan akselerasi penyelesaian konstruksi proyek strategis. Sedangkan Ekspor, utamanya pada ekspor jasa, meningkat seiring peningkatan jumlah wisatawan mancanegara sebesar 17.65% (yoy).
Adapun Konsumsi Rumah Tangga dan Konsumsi Pemerintah tumbuh kuat meski melambat. Kuatnya Konsumsi Rumah Tangga didorong aktivitas Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru. Konsumsi Pemerintah dan Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga tetap tumbuh kuat didorong pelaksanaan Pilkada serentak 2024.
Dari sisi lapangan usaha (LU), terdapat tiga LU dengan pertumbuhan tertinggi yakni LU Akomodasi, Makan, dan Minum (Akmamin), LU Pengadaan Listrik dan Gas, dan LU Industri Pengolahan. LU Akmamin yang menjadi kontributor ekonomi Bali tumbuh sebesar 10,24% (yoy). Kinerja LU ini didukung oleh tingginya kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 17,65% (yoy).
Rata-rata Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang tetap tinggi sebesar 63%, turut memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan sektor terkait lainnya. Sejalan dengan LU Akmamin, LU Pengadaan Listrik dan Gas juga tumbuh tinggi sebesar 9,5% (yoy) yang salah satunya tercermin dari tetap tingginya pertumbuhan konsumsi listrik sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata. Selain itu, LU Industri Pengolahan tumbuh sebesar 9,40% (yoy) yang juga tercermin dari meningkatnya penyaluran kredit untuk LU Industri Pengolahan.
Empat Hal Perlu Dilakukan
Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Bali akan tetap tumbuh kuat Triwulan I 2025 didukung oleh momentum HBKN Imlek, Nyepi, dan Idul Fitri. Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif, perlu dilakukan Empat ( 4 ) hal yakni
Pertama Penguatan Sektor Padat Karya: mendorong Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang berbasis budaya dan kearifan lokal melalui sektor pariwisata, mendorong Bali swasembada pangan melalui sektor pertanian, dan mendorong Bali sebagai sentra industri kecil menengah berbasis agro dan ekonomi kreatif melalui sektor industri.
Kedua Sinergi Pengendalian Inflasi Melalui Kolaborasi Strategis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menciptakan ekosistem ketahanan hulu-hilir, efisiensi distribusi komoditas pangan strategis, dan penguatan Data Neraca Pangan
.Ketiga sinergi Perluasan Pembiayaan Pembangunan melalui peningkatan Implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), penguatan koordinasi lintas instansi dalam rangka fasilitasi business matching kepada UMKM, serta peningkatan pembiayaan investasi di luar APBN dan APBD melalui optimalisasi Regional Investor Relations Unit.
Keempat Sinergi Perluasan Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Perluasan Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen yang meliputi perluasan akseptansi dan ekosistem digital, perluasan dan peningkatan transaksi ETPD, penguatan keamanan dan pelindungan konsumen.
“ Melalui kolaborasi berkelanjutan bersama pemerintah pusat dan daerah, serta pelaku ekonomi lokal, Bank Indonesia berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang hijau, tangguh, dan sejahtera. Bank Indonesia optimis melalui sinergi antar sektor, Bali dapat meningkatkan daya tarik ekonomi baik skala nasional maupun global,” tutup Erwin.( NL )
