
Bekasi, hariandialog.co.id – Tak kuasa menahan tangis, air mata Cristine Boru Simarmata, akhirnya menetes, karena sedih yang teramat pilu sangat dirasakannya, pasca ayah yang disayanginya Pangihutan Simarmata meninggal dunia, awal Mei 2026 lalu.
Hal itu terjadi, saat acara penghiburan untuk Salmiah Sihaloho dan putrinya Cristine Simarmata, usai mengikuti ibadah Minggu pagi, di ruang Efesus, Gedung Serbaguna, Gereja HKBP Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (30/5/2026).
Tatkala, ia membalas kata-kata penghiburan yang disampaikan sejumlah kalangan, mulai dari perwakilan orangtua Anak Sekolah Minggu (ASM), para Guru Sekolah Minggu, hingga Seksi Sekolah Minggu HKBP Jatiasih.
” Terimakasih buat semuanya yang hadir di sini telah memberikan kata penghiburan, kata-kata yang memberi semangat kepada saya dan mama. Doakan kami berdua supaya sehat dan panjang umur, dan kuat. Titip mama ya, kalau nanti saya kuliah di Medan,” tutur Christine, didampingi ibunya Salmiah br Sihaloho, Guru Sekolah Minggu, Kelas 1 SD, namun ia tak kuasa menahan tangis, air matanya langsung menetes.
Menurut informasi yang diperoleh dari Gereja setempat, Cristine br Simarmata, putri semata wayang, dari Pangihutan Simarmata (Alm) ini, lulus ujian Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) yang ditempuhnya dan diterima di Universitas Sumatera Utara (USU), bersama rekannya Hana Triyanti br Sitorus di ITB, serta Bagas Imanuel Ritonga di PTN Bandung.

Hal senada juga diungkapkan Salmiah Br Sihaloho, ibunda Cristine Simarmata ini juga mengucapkan terimakasih kepada sejumlah kalangan yang hadir memberi penghiburan bagi keluarganya.
” Terima kasih buat penghiburan yang disampaikan. Doakan kami, agar kami kuat, walau berat beban yang harus kami pikul ini, namun kami serahkan semua kepada Tuhan untuk memberikan kekuatan kepada kami berdua,” ujar Salmiah, dengan suara yang terbata-bata penuh lirih.
Sementara, di tempat yang sama, dari Seksi Guru Sekolah Minggu, Rahmat Sihaloho, sebagai Ito atau Kakak dari Salmiah Sihaloho, dan pamannya Cristine ini, mengatakan sebagai orang kristen, jangan takut untuk mengatakan tentang kebenaran.

” Alana songon on di hata ni Debata na mandok. Dang Roham, alai Rohakku, Dang Dalanmu, Alai Dalanku (Bukan Jalanmu, tetapi Jalanku, di dalam Firman Tuhan ),” kata Rahmat Sihaloho kepada Salmiah, dan berprofesi sebagai Guru Olahraga di SDN Jaticempaka III, Pondok Gede, Kota Bekasi, yang mengaku Best friend dari (Alm) suaminya semasa hidup.
Ia menambahkan dibalik dari rencana dukacita, bahwa kita harus percaya, ada rancangan sukacita yang Tuhan akan berikan untuk kita.
Dalam pesannya terakhir, ia menyampaikan dalam Bahasa Batak. ” Margogo ma Ho Ito, Ingot ma Hata ni Debata, Gomodang do angka Pasu-Pasu na di Pasahat Debata tu Angka Na Mabalu, Alai Molo di Habenget On ( Semoga kamu kuat Kak, ingatlah apa kata Firman Tuhan, Tuhan akan mencurahkan berkatnya yang melimpah, khususnya bagi janda yang tabah menjalani hidup). (Ram).
