
Medan, hariandialog.co.id.-Pemandangan menyejukkan terlihat penguatan kebanggaan. Para tokoh Agama berbagai lintas agama bersatu dan saling berjabat tangan erat di depan publik, menyuarakan komitmen bersama untuk menjaga persatuan bangsa pelaksanaan pesta demokrasi.
Di bawah spanduk bertuliskan “Tokoh Agama Bersatu untuk Pemilu Damai dan Adil”, para pemimpin spiritual dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu dalam naungan Organisasi Forum kerukunan Umat (FKUB) beragama tampak saling menguatkan. Momentum jabat tangan bersama (tumpuk tangan) ini menjadi simbol bahwa fondasi kedamaian Indonesia jauh lebih kuat dibandingkan perbedaan pilihan politik.
Menjaga Persatuan, Merawat Demokrasi
Dalam pernyataan bersamaan ini, para tokoh agama sebagai pentingnya menjaga etika dan moralitas dalam berpolitik menyonsong pemilihan Umum Tahun 2029. Mereka berpesan agar masyarakat tidak mudah terpecah belah oleh hoaks atau narasi kebencian yang sering muncul di masa tahapan kampanye.
Pilihan boleh berbeda di bilik suara, namun setelah itu kita kembali menjadi satu saudara dalam kemanusiaan dan kebangsaan.
Tiga Pesan Utama Tokoh Agama:
- Saling Menguatkan: Mengajak umat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.
- Saling Bersalaman: Mengedepankan budaya dialog dan rekonsiliasi demi menjaga suasana tetap kondusif.
- Kawal Pemilu Adil: Mendukung penuh penyelenggaraan pemilu yang transparan dan berintegritas demi kemajuan bangsa.
Terus tokoh agama lintas iman selalu menyampaikan pada mimbar agamanya berpesan damai, jujur, dan adil. berperan sebagai perantara kebudayaan yang mengajak umat untuk tetap bijaksana di tengah perbedaan pilihan politik, sehingga penuh keberkahan dan kedamaian tanpa mencederai kerukunan yang telah lama dirawat, Seruan pengingat bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa menjaga persatuan Indonesia adalah tugas suci setiap warga negara.( Emmar)
