
Jakarta, hariandialog.co.id. Ratusan pemuda pemudi dan juga gabungan masyarakat taat hukumn juga mahasiswa berunjuk rasa di depan PN Jakarta Selatan.
Pengunjukrasa meminta agar PN Jakarta Selatan menolak permohonan Praperadilan yang diajukan Febrie Ardiansyah atas dugaan kasus korupsi dan TPPU. “Kami Mahasiswa meminta agar hakim PN Jakaarta Selatan jangan mau dan jangan takut di interpensi oleh siapa dan darimanapun itu,” kata pemimpin orasi melalui pengeras suara.
Para pengunjuk rasa tidak rela kalau praperadilan Fenrie Ardoamsyah yang sebelumnya menjabat sebagai JAM Pidsus sangat merugikan keunagan negara. “Masih banyak rakyat yang menderita tapi Febrie Ardiansyah merampok uang negara dari berbagai aspek dan celah,” terang mahasisea dari mobil dua.
“Kami minta agar Febrie Ardiansyah perkaranya dilanjutkan hingga persidangan permohonan praperadilan yang diajukan tim pemgacaranya. Jangan takut Bapak dan Ibu Hakim yang menyidangkan permohonan praperadilan. Semua rakyat Indonesia mendukung penolakan praperadilan dari Febrie Ardiansyah. Hukum seberat beratnya nanti,” teriak juru kampanye dari mobil tiga.

Menurut sumber petugas kepolisian jumlah peserta unjuk rasa yang dibagi tiga pimpinan dan tiga mobil pembawa pengeras suara, ada sekitar 160 orang sebagaimana pemberitahuan ke pihak Kepolisian. “YA sudah jalanan sempit ditambah lagi adek adek yang melakukan unjuk rasa membuat macet. Kami pihak kemanan hanya bisa mengamankan fan melancarkan arus lalu lintas,” ucap petugas berpakain mengaku dari Polres Jakarta Selatan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan baik dari Pemohon Praperadilan dan Termohon belum ada yang lapor ke Petugas meja lapor sidang. “Belum.ada yang lapor baik pemohon maupun termohon,” aku petugas meja lapor di sebelah kanan pintu masuk PN Jakarta Selatan. (tob)
