MAJALENGKA, hariandialog.co.id- .Pemerintah Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat secara serentak mengadakan acara Rembug Desa di 330 desa dan 13 kelurahan,Kegiatan ini sebagai sosialisasi Program Padat Karya Tunai (PKT) dengan mengusung konsep pembangunan berbasis kerakyatan.
Di awal bulan Nopember 2023 selama lima hari ke depan Pemkab Majalengka secara serentak mengadakan Rembug Desa . Bupati, bersama para kepala opd opd langsung hadir ke desa desa yang ada di Kabupaten Majalengka untuk mensosialisasikam program padat karya.
Bupati Majalengka H. Karna Sobahi, mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan melalui program padat karya (PKT) di tiap desa dan kelurahan ini melibatkan peran aktif masyarakat dalam upaya memberdayakan masyarakat serta memajukan daerahnya masing-masing.
Melalui program PKT ini, rakyat di Desa diberdayakan, mendapatkan kesempatan lapangan pekerjaan, mendapat upah, serta yang utama ada produk yang dihasilkan ataupun pembangunan yang dihasilkan dari kegiatan tersebut demi kesejahteraan masyarakat di Desa dan kelurahan.
Bupati menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan program PKT ini, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Sehingga menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan lokal dan memberikan dampak yang lebih signifikan, partisipasi langsung masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program adalah kunci keberhasilan.
Pemkab Majalengka telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp. 69 miliar untuk 330 Desa dan 13 Kelurahan se-Kab.Majalengka dengan setiap desanya mendapatkan kucuran dana sebesar 200 juta lewat program tersebut, yang akan digunakan untuk berbagai proyek pembangunan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat..kata mantan wakil buapati majalengka dua periode ini benerapa minggu yang lalu.
Namun sangat di sayangkan oleh masyarakat desa panyingkiran kecamatan jatitujuh terkait rembug desa yang menghadirkan100 orang masyarakat setempat,termasuk kami bertiga hadir pada acara rembung desa, Kamis (2/11) dan di hadiri oleh kepala Dinas DP3AKB beserta jajaran pemkab majalengka serta muspika kecamatan jatitujuh ikut hadir, “Yang jadi pertanyakan kenapa uang saku untuk para peserta yang hadir, seharusnya menerima rp 100 ribu setiap.orangmya,ini hanya.menerima rp.50 ribu rupiah, padahal sesuai spj yang di tanda tangani oleh para peserta rp.100 ribu di kemanakan rp 50 ribu lagi oleh perangkat desa panyingkiran”kami sangat menyayangkan karena tidak sesuai dengan spj atau daftar hadir yang di tanda tangani.kata beberap orang masyarakat yang tidak mau di sebut namanya diamini oleh dua orang masyarakat lainya kepada Dialog.
Kepala Desa panyingkiran Ana Lesmana ketika di konfirmasikan, membenarkan uang saku para peserta rembug desa hanya di berikan rp.50 ribu setiap orangnya berhung peserta yang hadir lebih 100 orang,selain itu kata Ana,di alokasikan untuk sewa sound system,sewa balandongan,pembelian snack,dan uang saku kepada pihak Kecamatan Jatitujuh bahkan pihak desa juga nombok berhubung uang itu tiadak mencukupi, itulah alasanya sehingga hanya di beri uang saku rp.50 rb.ujarnya saat di konfirmasikan Dialog melalui saluran telponya menegaskan
Sementara itu Camat Jatitujuh Ikin Asikin mengatakan,sebelum rembug desa di laksanKam para kepala desa sudah di kumpulkan dan di berikan arahan kepada para kepala desa agar uang saku peserta rembug desa yang hadir tidak boleh di kurangi sesuai arahan dari.pak bupati harus utuh,sekarang jika benar terjadi itu merupakan tanggung jawan kepala desa panyingkiran Silahkan saja di hubungi kepala desanya.aku Ikin menjelaskan.kepada Dialog. (Ayub)
