Jakarta, hariandialog.co.id. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza
Patria mengajak masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan
(Prokes) meski ada pelonggaran PPKM level 1 di Jakarta. Hal itu
sebagai langkah antisipasi prediksi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi
Gunadi Sadikin terkait puncak kasus sub varian Omicron BA.4 dan BA.5.
“Yang penting sekarang dalam rangka mengantisipasi seperti
yang kita ketahui bersama yang perlu ditingkatkan adalah protokol
kesehatan (Prokes) semuanya kami minta semuanya patuh taat menggunakan
masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari mobilitas dan sebagainya.
Jadi sekalipun sudah pelonggaran semua dibuka tapi patuh dan taat,”
kata Ariza kepada awak media di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin
(04-07-2022).
Ariza menekankan, bahwa masyarakat harus patuh dan disiplin
prokes agar sub varian Omicron tidak terjadi peningkatan kasus
signifikan. “Jangan sampai ada sub varian omicron ini dapat
menimbulkan penularan memang angkanya ada peningkatan tapi perlu
diikuti dengan prokes yang ketat, patuh disiplin dan
bertanggungjawab,” ujarnya.
Ariza juga menyebut Pemprov DKI terus berupaya mengantisipasi
sebaran sub varian Omicron. Hal itu ditambah saat ini memasuki masa
libur panjang anak sekolah. “Ya memang sekarang yang harus
diantisipasi adalah masa libur panjang. Libur anak-anak ini smua
tempat-tempat pariwisata sudah dibuka Monas juga sudah dibuka, Ragunan
juga sudah dibuka Ancol juga sudah dibuka dan membludaknya masyarakat
tidak hanya dari Jakarta tapi dari Jabodetabek dari luar kota juga
banyak masuk ke Jakarta,” tuturnya.
Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra itu selain disiplin
prokes Pemprov DKI terus mendorong percepatan vaksinasi ketiga atau
booster. Ia mengklaim bahwa terkait vaksinasi Jakarta selalu terdepan.
“Ya itu kan juga salah satu selain Prokes yang harus dorong percepatan
adalah pelaksanaan vaksin ketiga atau booster. Jakarta sendiri
alhamdulillah selama ini peningkatan pelaksanaan vaksin kita selalu
terdepan, waktu vaksin satu, vaksin dua, vaksin tiga terus kita tidak
pernah berhenti mendorong, memotivasi masyarakat untuk memastikan
semuanya sudah mendapatkan vaksin yang ketiga atau booster. Mari juga
kita ajak orang tua kita apalagi yang lansia (lanjut usia) anak-anak
kita segera segera mendapatkan vaksin ketiga,” pungkasnya seperti
ditulis okezone.
Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan puncak
kasus dari varian baru BA.4 dan BA.5 biasanya terjadi sekitar 30 hari
sampai 40 hari sejak ditemukan kasusnya.
Menkes mengatakan hal ini sesuai dengan pengamatan kasus di
luar negeri. “Untuk Indonesia sendiri, kita mengamati bahwa Indonesia
itu tidak naik-naik. Jadi ada pertanyaan tadi, sudah di mana kasus
Indonesia? Kami mengamati kalau kasus di luar negeri itu dalam 30 hari
sampai 40 hari sejak kasus ditemukan itu puncaknya tercapai,” katanya
saat Konferensi Pers secara virtual. (tur)
