
Jakarta, hariandialog.co.id.- Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin
menegaskan puasa merupakan perintah Allah SWT untuk menjadikan manusia
sebagai orang yang bertakwa (muttaqin). Sebab, dalam menjalankan puasa
terdapat esensi untuk menahan diri dari nafsu yang merupakan ciri
orang bertakwa.
Oleh karena itu, kata Wapres, pelaksanaan puasa khususnya
di bulan Ramadan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar takwanya
dapat diterima oleh-Nya. “Marilah kita jadikan puasa ini puasa yang
dapat menghantarkan kita menjadi orang muttaqin. Karena memang amal
yang diterima oleh Allah adalah amalan yang muttaqin. Innamaa
yaqbalullahu minal muttaqin, bahwasanya amal yang diterima oleh Allah
itu adalah amalnya orang yang muttaqin” tutur Wapres dikutip dari
Youtube resmi Wakil Presiden Republik Indonesia, Jumat (8/4/2022).
Wapres menyampaikan, bagi seorang muslim, selain menjadi
hamba yang beriman (mukmin), juga penting untuk menjadi orang yang
muttaqin. Sebab, orang yang muttaqin mendapat kedudukan paling tinggi
menurut pandangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Kita tidak cukup hanya
menjadi seorang mukmin saja. Makanya Allah mengatakan Ya
ayyuhalladzina aamanuu kutiba ‘alaikumushiyaam dan akhirnya supaya
kita menjadi la’allakum tattaqun. Artinya menjadi orang muttaqin, kita
tidak cukup menjadi mukminin, tidak juga cukup menjadi muslimin, tapi
juga harus menjadi muttaqin,” ucapnya seperti ditulis okezone.
Melalui puasa, lanjut Wapres, dapat menjadi banteng yang
sangat baik untuk melawan musuh terbesar dalam diri seseorang, yaitu
hawa nafsunya. Dengan berpuasa, selain menahan lapar dan haus,
individu juga dilatih serta ditempa untuk mengendalikan diri.
Sehingga, pengamalan ibadah puasa pun menjadi jembatan pendekat bagi
seorang hamba dengan penciptanya.
“Apa hubungannya dengan puasa? Puasa itu intinya adalah imsak, menahan
diri. Orang yang bisa menjalankan perintah Allah dengan baik,
meninggalkan larangan dengan baik, pada hakikatnya adalah orang yang
bisa menguasai dirinya. Menguasai diri dari pengaruh hawa nafsu, yang
ingin melanggar, yang ingin tidak menjalankan perintah Allah,” imbuh
Wapres. (tob).
