Medan, hariandialog.co.id.- Wahana Lingkungan Hidup atau WALHI
Sumatera Utara menyebut, jika bencana yang terjadi di Sumatera bukan
sekadar disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem dampak Siklon Tropis
Senyar.
Direktur WALHI Sumatera Utara, Rianda Purba mengatakan,
dari citra satelit menunjukkan sekitar lokasi yang terkena dampak
bencana diakibatkan oleh hutan yang sudah gundul.”Ini bukti campur
tangan manusia melalui kebijakan yang memberi ruang pembukaan hutan
sehingga terjadi bencana” kata Rianda.
Adapun, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan telah
mengidentifikasi sejumlah korporasi yang ditengarai menjadi biang
keladi terjadinya bencama di Sumatera.
Menurut dia, terdapat 12 subyek hukum perusahaan yang
teridentifikasi berkontribusi dalam bencana ekologis ini. Kendari
begitu, dia masih enggan untuk mengungkapkan 12 perusahaan yang
dimaksud.
Raja Juli melanjutkan, instansinya juga akan mencabut
perizinan berusaha pemanfaatan hutan yang ada di wilayah Sumatera.
“Sekitar 20 perusahaan dengan luas 750 ribu hektare itu tersebar
se-Indonesia, termasuk di provinsi yang terdampak banjir,” kata
politikus PSI ini pada Kamis, 4 Desember 2025, tulis tempo. (salim-01)
