Jakarta, hariandialog.co.id.- Wiyanto Halim, (89) warga Kalibata,
Jakarta Selatan yang tewas dikeroyok karena dituduh mencuri mobil,
sang putrinya Bryana Halim minta keadilan. “Ini sepertinya ada
skenario yang diciptakan agar papa mati. Untuk itu, kami keluarga
minta diusut tuntas atas kejadian ini. Papi meningngal tidak wajar
karena dipukulin,” terang Bryan
“Kami keluarga tetap akan menuntut keadilan yang
seadil adilnya. Papi sudah tua mengendarai mobil sendiri diteriaki
maling. Coba mulai dari Tebet, Jakarta Selatan seperti keterangan
polisi dikejar terus sampai ke Pulogadung, Jakarta Timur. Pemotor
meneriakin papi maling. Orang mobilnya sendiri. Coba masa mobil
disebut curian dihancuri yang mengejar. Ini perlu menjadi perhatian
pihak kepolisian untuk mengusutnya tuntas,” pinta Bryan sambil
meneteskan air mata atas kepergian orang tuanya dengan tidak cara
wajar.
Seperti diberitakan pengeroyokan korban diketahui bermula
saat korban Wiyanto Halim diteriaki maling oleh sejumlah orang. Korban
saat itu tengah mengemudikan mobilnya seorang diri. Aksi kejar-kejaran
korban dengan pengendara motor sempat terjadi. Wiyanto Halim lalu
dihakimi massa di daerah Pulogadung, Jakarta Timur.
“Sekali lagi ini Semuanya settingan makanya kita minta
coba pikir kalau papa saya curi mobil kenapa mobil papa saya
dihancurin? Kalau namanya orang curi mobil yang pasti mobilnya
diamankan. Tapi ini mobil papa dihancurin sampai hancur banget,”
katanya. “Yang pasti itu mobil sendiri ya mobil sendiri. STNK bisa
dicek tapi dibilang maling,” terang Bryana.
Sementara itu, hingga sore (24/01-2022) polisi telah
menangkap satu orang pria berinisial R yang melakukan pemukulan kepada
Wiyanto Halim (89), lansia yang tewas tewas dikeroyok massa di Jakarta
Timur. Pelaku R kini telah ditangkap sebagai tersangka. “Sampai
dengan sore ini Polres Metro Jakarta Timur telah menetapkan satu orang
sebagai tersangka dengan inisial R terkait dengan kasus ini,” kata
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya,
Jakarta, Senin (24/1/2022).
Tindakan pengeroyokan kepada Wiyanto Halim terjadi pada
Minggu (23/1) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB. Awalnya, korban
diteriaki maling di lokasi.Polisi sendiri menjelaskan peran dari
tersangka R dalam kasus tersebut. Hasil pemeriksaan R berperan aktif
dan mengakui pemukulan kepada korban. “R ini yang melakukan pemukulan
ya,” jelas Zulpan.
Hari ini total ada 14 orang yang telah ditangkap polisi
terkait kasus pengeroyokan kepada korban. Belasan terduga pelaku ini
masih dalam pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Timur.
Zulpan mengatakan proses penyelidikan kasus ini belum
selesai usai pihaknya menetapkan satu orang tersangka. Adanya
tersangka lain dari kasus itu terbuka lebar.
“Tentunya dengan kasus ini tidak berhenti dengan satu tersangka. Akan
berkembang kepada tersangka lain karena seperti yang kita lihat di
video viral tersebut bahwa ada beberapa kendaraan lain yang melakukan
pengejaran dan berakhir juga dengan pemukulan yang mengakibatkan
pengemudi yang merupakan lansia meninggal dunia,” ujar Zulpan. (tur)
