
Karawang, hariandialog.co.id – Ada cara berbeda yang dipilih tokoh masyarakat sekaligus Bos PT.Tenang Jaya Sejahtera (TJS) Karawang, H. Tulus Widodo, dalam merayakan hari lahirnya yang ke-58 tahun. Jika sebagian orang merayakan ulang tahun dengan pesta atau seremoni mewah, H. Tulus justru memilih menebar manfaat bagi masyarakat.
Momentum milad ke-58 itu ia isi dengan kegiatan sosial berupa pembagian ribuan paket sembako algratis kepada warga di sejumlah desa di Kabupaten Karawang, Selasa (5/5/2026).
lalu Aksi sosial tersebut dipusatkan di empat desa yang berada di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat dan Kecamatan Ciampel, yakni Desa Margakaya, Desa Margamulya, Desa Wadas, dan Desa Kutamekar.
Sejak pagi hari, warga tampak mulai memadati titik pembagian bantuan. Mereka datang dengan penuh antusias untuk menerima paket sembako yang telah disiapkan.
Kegiatan ini tak lepas dari koordinasi solid antara tim relawan H. Tulus Widodo bersama aparatur desa setempat. Seluruh proses distribusi dilakukan dengan pengaturan yang rapi agar bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran.
Petugas di lapangan tampak sigap mengatur antrean warga, memastikan proses pembagian berjalan tertib, aman, dan kondusif. Situasi yang terjaga ini membuat kegiatan sosial berlangsung lancar hingga selesai.
Bagi masyarakat, kegiatan semacam ini bukan sekadar seremoni sosial tahunan, tetapi bentuk nyata kepedulian seorang tokoh terhadap lingkungan sekitarnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, bantuan sembako dinilai sangat membantu meringankan beban kebutuhan rumah tangga warga.
Lebih dari itu, langkah H. Tulus Widodo ini juga dinilai memberi pesan kuat bahwa perayaan ulang tahun tidak selalu identik dengan kemewahan. Momentum pertambahan usia juga bisa dimaknai sebagai ruang berbagi dan menebar manfaat kepada sesama.
Aksi sosial di hari jadi ke-58 H. Tulus Widodo pun diharapkan menjadi inspirasi bagi lebih banyak tokoh masyarakat, pengusaha, maupun pemangku kepentingan lainnya untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga
Sebab pada akhirnya, perayaan paling bermakna bukanlah tentang seberapa meriah pesta digelar, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. ( Asuh )
