Serpong, hariandialog.co.id.- Sebanyak 17 siswa dari berbagai
kecamatan di Kota Tangerang Selatan resmi diterima di Sekolah Rakyat,
sebuah program pendidikan gratis yang digagas oleh Kementerian Sosial
(Kemensos).
Bukan sekadar gratis, Sekolah Rakyat ini bahkan dilengkapi dengan
fasilitas yang tak biasa untuk ukuran sekolah umum.
Mulai 30 Juli 2025, para siswa asal Tangsel ini akan bergabung dengan
total 150 peserta didik dari seluruh Provinsi Banten.
Mereka akan menempati bangunan bekas Balai Latihan Kerja (BLK) milik
Pemerintah Provinsi Banten yang telah direnovasi menyeluruh oleh
Kementerian PUPR agar layak dijadikan ruang belajar sekaligus asrama.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel, Mohammad Ervin Andani, menjelaskan
bahwa seluruh kebutuhan siswa ditanggung pemerintah.
Bahkan, menurut Muhammad Ervin, siswa hanya perlu datang dengan “badan
saja”, karena seluruh perlengkapan disediakan sepenuhnya.
“Baju dapet, komputer dapet, tempat tidur spring bed, AC di tiap
kamar, makan dijamin. Kalau sakit pun langsung ditangani,” ujar Ervin
saat ditemui di Serpong, Tangsel, dikutip Selasa, 29 Juli 2025.
Setiap kamar siswa dirancang menyerupai asrama sekolah kedinasan,
lengkap dengan tempat tidur pribadi, lemari pakaian, meja belajar, dan
fasilitas sanitasi yang bersih.
Ruang kelas pun dilengkapi perangkat digital, serta area olahraga dan
kegiatan luar ruang.
Muhammad Ervin mentakan, para siswa yang diterima merupakan anak-anak
dari keluarga tidak mampu, yang masuk dalam desil 1 dan 2 menurut
pemetaan ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Meski tidak tergolong miskin ekstrem, mayoritas orang tua mereka
bekerja sebagai buruh kasar atau tidak memiliki pekerjaan tetap.
“Saya melihat ini bukan cuma soal pendidikan, tapi juga soal martabat.
Anak-anak ini akhirnya bisa belajar dan tinggal dengan layak, setara
bahkan dengan sekolah elit,” kata Ervin.
Sebelum diterima, seluruh calon siswa menjalani proses seleksi dan
pemeriksaan kesehatan yang dikoordinasikan oleh pendamping sosial
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Dinas Kesehatan Kota Tangsel.
Pemeriksaan kesehatan meliputi uji fisik dan kondisi medis umum untuk
memastikan kesiapan siswa menjalani pendidikan berbasis asrama.
“Udah tes kesehatan, karena yang ditugasin Dinkes ya, hasilnya ada di
teman-teman Dinkes. Jadi itu tesnya ada lari dan lainnya. Nanti
kelihatan segala penyakit dan lainnya,” tutupnya, tulis tribn.
(aluka-01)
