Bandung Barat, hariandialog.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah membawa dampak nyata bagi anak-anak salah satunya di rasakan siswa-siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 dan 2 Cimerang, Desa Laksanamekar Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat(KBB) Jawa Barat, Jum’at (19/9/2025).
Tono Suhartono, S. Pd.M.AP Kepala Sekolah SDN 1 Cimerang sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) SDN 2 Cimerang saat di temui” menuturkan Para Siswa Siswi kini tidak lagi khawatir berangkat sekolah tanpa sarapan. Dengan program MBG ini di tempat kami sudah bagus tapi belum sempurna ada hal-hal sedikit perubahan waktu, perubahan makanan belum continue secara maksimal tetapi secara keseluruhan sudah baik.
Program”MBG”yang setiap hari dibagikan di Sekolah memang dirancang untuk memenuhi asupan gizi Anak sekaligus meringankan beban keluarga. Menunjukkan dampak positif yang lebih luas secara keseluruhan, anak lebih sehat dan fokus belajar, orang Tua lebih ringan bebannya, dan Anak-anak pun belajar mengelola keuangan sejak dini.
Jumlah Siswa-Siswi SDN 1 dan 2 ini 956, Tenaga Pendidik SDN 1 dan 2 Cimerang 40 orang termasuk Petugas Kebersihan dan Satpam. MBG’disini sudah berjalan selama 4 Bulan sesuai ketentuan sampai hari Jum’at.

“Harapan kedepan secara finansial menurut kami agak kurang tepat karena kebutuhan atau kesukaan anak itu berbeda, lebih hematnya itu lebih baik Dananya saja seperti Dana Program Indonesia Pintar(PIP) kita limpahkan kepada Orang Tua, jadi semua dapat siswa bekal Kesekolah masing-masing,” ujar Tono.
“MBG itu kan tidak sesuai misalnya target 7.000 atau 8.000 kan tidak sesuai, tapi kalau dikasih ke orang tuanya melalui PIP itu akan berjalan secara normal dan kalau siswa tidak membawa bekal kesekolah disuruh pulang lagi, alasannya karena bahwa uang untuk’MBG” sudah di serahkan ke Orang Tua, saya harapannya sistem seperti itu,” Tambahnya.
Kedua, Pemerintah tidak terlalu repot untuk mencari biaya triliunan seluruh Indonesia, tapi kalau PIP kan sudah ada, nah PIP ‘itu ditambah siswa 1 hari berapa kali dalam Semingu 5 hari pembagian,tingal di tambahkan atau terpisah dari Dana PIP namanya berbeda ‘Hemat saya seperti itu jadi siswa membawa bekal ke sekolah. Bukan di kelola oleh MBG. Karena menurut saya kurang pas baik dalam menu, gizi, karena kan belum teruji karena di sekolah belum punya alat penguji tersebut”Pungka nya. (Nagon)
