
Toilet/ Water Closet ( WC) SMPN 1 Cihampelas Kecamatan Cihampelas Kab.Bandung Barat.
Bandung Barat, hariandialog.co.id – Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan yang membentuk karakter, mencerdaskan peserta didik, juga berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan, sebagaimana dicita-citakan Ki Hadjar Dewantara sebagai Pelopor Pendidikan. Dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, transformasi sekolah menjadi hal yang mendesak untuk diwujudkan demi peningkatan mutu layanan pendidikan.
Transformasi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik, namun juga mencakup perubahan pola pikir/mindset seluruh warga sekolah, perbaikan sistem, peningkatan budaya kerja, penataan lingkungan, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan dan lainnya.
Kepala Sekolah SMPN 1 Cihampelas” Drs. Dadang Nurjaman, M.Si saat ditemui hariandialog.co.id di ruang kerjanya ia menuturkan bisa kita perhatikan Sekolah sibuk menata lingkungan, bicara transformasi hampir semua Sekolah sibuk menata lingkungan, mengecat tembok Sekolah, memperbaiki benteng sekolah, menyediakan Wifi atau mempercantik taman Sekolah, hal itu bagus tetapi menurut saya transformasi Sekolah bisa di mulai dari hal kecil dan kadang sering terabaikan, sederhana namun vital, yakni Toilet / Water Closet ( WC) Sekolah (17/11/2025 ).
Berdasarkan Permendiknas (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional) No. 24 Tahun 2007 adalah peraturan yang menetapkan standar sarana dan prasarana. Peraturan ini mengatur kriteria minimum dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh Sekolah dalam hal sarana (fasilitas) dan prasarana (infrastruktur) untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.”Imbuhnya.

Kepala SMPN 1 Cihampelas’ Drs. Dadang Nurjaman, M.Si
Standar Sarana meliputi fasilitas seperti ruang Kelas, Perpustakaan, Laboratorium, dan lainnya. Standar Prasarana kriteria minimum untuk lahan, bangunan, dan fasilitas penunjang lainnya. Untuk memastikan setiap Sekolah memiliki fasilitas yang memadai dan sesuai standar demi menciptakan Ekosistem Pendidikan yang berkualitas dan merata salah satunya dengan seimbangnya Toilet/ Water Closet (WC) dengan jumlah siswa/i di Sekolah tersebut.
Toilet/ WC di smpn 1 cihampelas hanya 12 Toilet sementara untuk jumlah Siswa/i 1.192 terdiri dari 578 siswa laki-laki dan 614 Siswa Perempuan, jumlah ruang Kelas 33 Kelas, Laboratorium Komputer 1, Laboratorium IPA 1,Perpustakaan 1, Jumlah tenaga Pendidik dan tenaga Teknis Sekolah 60 Orang.
Dadang Nurjaman “ menurut data Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.24 Tahun 20 07 bahwa idealnya rasio Toilet untuk satu toilet digunakan oleh 40 Siswa Laki-laki dan 30 Siswa Perempuan di jenjang SMP, SMA/SMK. Di lapangan masih banyak Sekolah yang mengalami kekurangan fasilitas toilet / WC yang layak dan bersih. Bahkan, beberapa Toilet tidak dapat digunakan karena rusak atau tidak terawat, serta kurangnya pasokan air bersih’ minim nya sarana Toilet Siswa/i di Satuan Pendidikan di Bandung Barat.” Ujarnya.
Jumlah Toilet/WC di SMPN 1 Cihampelas sangat kekurangan sarana Toilet. Sementara untuk lahan pembangunan penambahan toilet di SMPN 1 Cihampelas masih bisa bangun sarana untuk 10 toilet.
Sekolah sehat, sekolah ramah anak, atau sekolah adiwiyata akan sulit terwujud jika fasilitas dasar seperti toilet masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Tidak sedikit sekolah dengan bangunan megah dan halaman yang tertata rapi, namun memiliki toilet siswa/i yang kotor, bau menyengat, dan terdapat coretan-coretan tidak senonoh di dindingnya.
kondisi seperti ini bisa disebabkan oleh keterbatasan jumlah Toilet, kurangnya tenaga kebersihan, maupun rendahnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan. “Kebersihan Toilet seharusnya tidak dijadikan hukuman bagi Siswa yang melanggar, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama seluruh warga Sekolah,” tegasnya.
Budaya bersih, Penguatan Profil Pelajar Pancasila dijadikan sarana untuk menanamkan tanggung jawab menjaga kebersihan sekolah, termasuk toilet. Kegiatan seperti piket kebersihan tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga harus mencakup kebersihan toilet.

Gerakan Jumat Bersih (Jumsih) dapat dimanfaatkan untuk membiasakan siswa/i mencintai kebersihan sejak dini. Toilet yang bersih mencerminkan bahwa seluruh warga sekolah memiliki komitmen terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
Harapan semoga menjadi perhatian bagi Dinas terkait untuk seluruh Sekolah , khususnya SMPN 1 Cihampelas Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan kondisi Toilet siswa/siswi yang terbatas’ terutama Sekolah Sekolah besar yang banyak Siswanya.Berharap ada penambahan Toilet baru minimal setengah dari standar sarana prasarana Toilet karena masih minim. (NAGON)
