
Majalengka.hariandialog.co.id-Warga Blok Jombol, Desa Dawuan, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, kembali menyuarakan kekecewaan mereka terhadap pelayanan publik di desanya. Sudah hampir tiga bulan pengangkutan sampah berjalan tidak lancar. Mobil sampah yang menjadi satu-satunya armada desa dikabarkan rusak dan tidak kunjung diperbaiki.
Menurut warga, perangkat desa khususnya Kuwu Dawua terkesan lamban mengambil langkah, padahal persoalan sampah sangat sensitif, terutama memasuki musim penghujan. Kerusakan kendaraan yang disebut sudah tua itu belum juga ditangani dengan alasan tidak ada dana untuk perbaikan.
“Seharusnya Kuwu bisa mengantisipasi. Masa dana DD dan Banprop tidak ada yang bisa dipakai? Kami mendesak Kuwu Dawuan, Pak segera memperbaiki mobil pengangkut sampah itu. Jangan terlena,” ujar tiga warga Blok Jombol yang enggan disebutkan namanya.
Akibatnya, tumpukan sampah di beberapa titik semakin numpuk Pengangkutan yang biasanya dilakukan secara rutin kini tersendat, sehingga menimbulkan bau tak sedap dan kekhawatiran mengenai kesehatan lingkungan.
“Akinya belum beres, perbaikannya lambat sekali. Sekarang musim hujan, sampah cepat basah dan bau. Seharusnya dipercepat, bukan diperlambat,” ungkap seorang warga lainnya sambil tersenyum pahit
Selain urusan sampah, warga Blok Jombol juga menyoroti ketimpangan pembangunan di wilayah mereka. Menurut pengakuan beberapa warga, gang utama di Blok Jombol hingga kini belum mendapatkan pengaspalan. Gang tersebut hanya memakai paving block yang sudah rusak, sehingga ketika hujan turun, kondisi jalan menjadi becek, licin, dan tidak nyaman dilalui.
Warga membandingkan kondisi gang mereka dengan gang lain di desa yang sudah rapi diaspal.
“Gang di sini seperti dipandang sebelah mata. Paving block-nya sudah rusak, tiap musim hujan becek parah. Mohon segera diaspal, jangan pakai paving lagi. Desa-desa lain saja rapi—masa Dawuan kalah?” ujar seorang warga dalam dialog bersama wartawan pada Senin, 17 November 2025.
Mereka juga meminta agar Kuwu Dawuan dapat menggunakan Dana Desa (DD) maupun Banprop untuk memperbaiki akses jalan tersebut.
“Kami meminta bapak kuwu segera merealisasikan pengaspalan. Ini kebutuhan warga, bukan keinginan pribadi,” tegas warga.
Persoalan sampah dan ketidakmerataan pembangunan jalan dinilai warga sebagai bukti minimnya respons cepat dari pemerintah desa. Mereka berharap Kuwu Dawuan segera mengambil langkah konkret agar pelayanan publik kembali normal dan pembangunan berjalan merata.
Warga menegaskan, mereka tidak menuntut hal berlebihan hanya meminta hak dasar berupa lingkungan bersih dan infrastruktur yang layak.
Sementara itu Kuwu Dawuan Abdul Rohiman Baehaky,S.Sy ketika
di konfirmasikan mengirim.pesan singkat maaf Kang abi na nuju aya giat…
Ke sonten di tlpon.ujarnya singkat.(Ayub)
