
Majalengka.hariandialog.co.id- Keluhan mengenai kondisi jalan rusak di Blok Pos, Dusun Pos, Desa Sinarjati, Kecamatan Dawuan, kembali mengemuka saat harian dialog saba warga yang berlangsung pada Senin (17/11). Warga bergantian menyampaikan aspirasi mengenai jalan yang telah lama dibiarkan rusak tanpa perbaikan, terutama pada jalur utama di dekat rumah almarhum Kepala ATma.
Jalan tersebut disebut sebagai jalan hidup atau jalur vital yang digunakan warga setiap hari. Namun sejak lama, jalan itu tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah desa. Kondisi semakin parah saat musim hujan, ketika jalan berubah menjadi becek, licin, dan tergenang air. Warga bahkan menyebut sudah terjadi kecelakaan akibat jalan licin tersebut.
“Ini jalan utama, tapi tiap hujan pasti becek. Pernah ada yang jatuh juga karena licin. Kami sudah lama menunggu perbaikan,” ujar beberapa warga dalam setempat.
Warga berharap Pemerintah Desa Sinarjati di bawah kepemimpinan bapak carman dapat memprioritaskan pengaspalan, minimal pada tahun 2026 mendatang. Mereka mendorong agar anggaran perbaikan bisa dimasukkan dalam Dana Desa (DD), yang menurut warga mencapai sekitar cukup besarr per tahun, belum termasuk Banprop dan DBHCT.

“Kami meminta agar jalan ini bisa diaspal memakai DD tahun 2026. Anggarannya cukup besar, jadi kami berharap bisa terealisasi,” kata salah satu tokoh warga.
Bahkan salah satu RT uga menyoroti kondisi Tembok Penahan Tanah (TPT) di pinggir sawah yang diduga sering dipancok atau diganggu oleh penggarap lahan. Ia khawatir kondisi tersebut dapat menggeser batas wilayah yang telah ditentukan.
“Saya sudah laporkan ke perangkat desa. Mohon doanya, semoga TPT sepanjang jalur ini bisa segera diperbaiki,” ujarnya sambil tersenyum.
Keluhan juga datang dari warga yang tinggal di jalur jalan Pertamina. Para ibu-ibu menyebut jalan tersebut belum pernah diperbaiki maupun diaspal sejak lama.
“Kalau hujan mah becek pisan, airnya ngalir ka mana-mana. Kami juga minta supaya jalan diaspal. Kalau desa tidak ada anggaran, ya minta bantuan Pemda,” ujar beberapa emak-emak kepada harian dialog.
Warga menyampaikan rasa terima kasih kepada wartawan yang datang ke lokasi, berharap keluhan mereka dapat terpublikasi sehingga lebih cepat mendapatkan perhatian.
“Terima kasih pak wartawan sudah datang. Semoga cepat ada perhatian,” ujar salah satu warga sambil bergurau.
Kepala Desa Sinarjati Carman memberi tanggapan melalui Ambang M. Jaelani. Dalam pesan singkat yang disampaikan, Jaelani memastikan bahwa dua titik jalan yang dikeluhkan warga tersebut sudah masuk dalam rencana kerja desa untuk tahun mendatang.
“Allhamdulillah, kaleresan dua titik tersebut sudah masuk ke rencana kerja untuk taun depan. Mudah-mudahan teu aya halangan jeung hambatan, sareng taun 2026 tiasa direalisasikeun,” ujar Elan dalam pesan singkat yang disampaikan.
Dengan masuknya ruas jalan tersebut ke dalam rencana kerja desa, warga berharap proses perbaikan benar-benar bisa terlaksana sesuai perencanaan dan tidak mengalami penundaan lagi.(Ayub)
