
Jakarta, hariandialog.co.id.- — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
(BTN) memberikan relaksasi kredit kepada 22.879 nasabah kredit
konsumer yang terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah
Sumatera.
Kebijakan ini ditempuh melalui skema restrukturisasi kredit
yang disesuaikan dengan tingkat dampak bencana.
Langkah tersebut bertujuan menjaga kemampuan bayar debitur
pascabencana sekaligus mendukung pemulihan ekonomi di daerah
terdampak.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan
keprihatinan mendalam atas musibah bencana yang dialami masyarakat di
sejumlah wilayah Sumatera. “Kami sangat prihatin atas musibah banjir
dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera dan berdampak langsung pada
kehidupan masyarakat, termasuk para nasabah yang menerima kredit
konsumer BTN,” tutur Nixon.
“Dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah
memastikan masyarakat memiliki ruang untuk pulih tanpa terbebani
tekanan finansial yang berlebihan,” tambah Nixon.
Ia menegaskan bahwa relaksasi kredit diberikan sebagai
bentuk keberpihakan BTN kepada nasabah kredit konsumer yang terdampak
langsung bencana, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian
perbankan. Karena itu, relaksasi kredit akan diberikan secara terukur
berdasarkan hasil pemetaan dampak di lapangan.
Berdasarkan hasil pemetaan dan klasifikasi tingkat
kerusakan, BTN mencatat 22.879 nasabah kredit konsumer terdampak
banjir dan tanah longsor yang tersebar di wilayah kantor BTN di Banda
Aceh (BSN), Medan, Padang, dan Pematang Siantar, dengan total nilai
baki debet kredit konsumer mencapai Rp1,93 triliun, tulis cnni.
(diah-01)
