Makassar, hariandialog.co.id.- — Bank Indonesia (BI) mewaspadai
meningkatnya risiko kredit bermasalah (non-performing loan/ NPL) pada
sektor UMKM dan kredit pemilikan rumah (KPR) nonsubsidi di tengah
gejolak ekonomi global yang berkepanjangan.
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial (DKMP) BI
Dhaha P Kuantan mengatakan ketidakpastian global akibat geopolitik
diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir 2026 dan menjadi
tantangan bagi stabilitas ekonomi domestik. “Isu-isu terkait dengan
geopolitik dan ketidakpastian global itu kira-kira akan semakin
panjang berlangsungnya hingga akhir 2026,” ujar Dhaha dalam acara
pelatihan media BI di Makassar, Jumat (22/5).
Menurutnya, risiko global tidak hanya dilihat dari besarnya
dampak, tetapi juga durasi ketidakpastian yang berkepanjangan. “Dalam
ekonomi itu tidak hanya terkait magnitude-nya saja, dampaknya yang
besar, tapi kalau dia lama, itu juga akan semakin memperumit keadaan,”
ujarnya.
Di tengah tekanan global tersebut, Dhaha menyebut kondisi
ekonomi domestik masih cukup terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia
pada kuartal I 2026 tercatat 5,61 persen, sementara pertumbuhan kredit
perbankan mencapai 9,98 persen secara tahunan.
Pertumbuhan kredit itu ditopang sektor konstruksi, jasa
dunia usaha, dan industri pengolahan, serta didukung dana pihak ketiga
(DPK) yang tumbuh 11,4 persen, tulis cnni. (diah-01)
