Jakarta, hariandialog.co.id.- Badan Narkotika Nasional Provinsi
(BNNP) DKI Jakarta mencatat lonjakan signifikan jumlah pengguna
narkoba di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan hasil survei terbaru, angka penyalahgunaan
narkoba kini menembus 4,15 juta jiwa atau setara 2,11 persen dari
total populasi.
Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Pol Awang Joko Rumitro
mengatakan, angka tersebut meningkat dibandingkan hasil survei tahun
2023 yang berada di level 1,73 persen atau sekitar 3,33 juta jiwa.
“Berdasarkan survei yang dilakukan bersama BNN, BRIN, dan BPS,
prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia menunjukkan tren
kenaikan dari 1,73 persen pada 2023 menjadi 2,11 persen pada 2025,”
ujar Awang dalam keterangannya, Kamis (1-01-2025).
Menurut Awang, kelompok usia muda menjadi segmen paling
rentan. Pengguna narkoba dengan rentang usia 15–24 tahun tercatat
mengalami lonjakan paling tinggi, dengan peningkatan sebesar 0,72
persen dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Kondisi ini turut berdampak pada meningkatnya jumlah anak
yang harus menjalani rehabilitasi. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak
322 anak menjadi klien rehabilitasi narkoba.
Angka tersebut naik 26,7 persen dibandingkan tahun 2024 yang
berjumlah 236 anak. “Peningkatan ini harus menjadi perhatian serius.
Upaya pencegahan dan intervensi harus dilakukan sejak dini, terutama
pada kelompok anak dan remaja,” kata Awang. tulis disway. (rojak-01)
