Makassar, hariandialog.co.id.– Rektor Universitas Negeri Manado
(Unima), Joseph Kambey memberhentikan sementara dosen inisial DM
terkait dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi yang
mengakibatkan korban bunuh diri.
“SK Rektor ditegaskan bahwa selama menjalani pembebasan sementara dari
tugas jabatan, yang bersangkutan tetap memperoleh hak-hak
kepegawaiannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku,” kata Rektor dalam surat keputusan pemberhentian oknum dosen
DM, Kamis (1/1).
Joseph menegaskan Unima tidak mentoleransi pelanggaran yang
berpotensi mencederai marwah institusi pendidikan tinggi.
SK pemberhentian tersebut, kata Joseph, mulai berlaku sejak
tanggal ditetapkan dan menegaskan bahwa keputusan disampaikan kepada
pihak terkait untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya, tulis cnni.
(eddy-01)
Koto Tangah Padang Banjir
Jakarta, hariandialog.co.id. Ratusan warga di Kelurahan Dadok Tunggul
Hitam, Koto Tangah, Padang, Sumatra Barat (Sumbar) dievakuasi akibat
banjir yang menggenangi daerah setempat pada Jumat (2-01-2026).
Proses evakuasi itu dilakukan oleh tim gabungan karena
rumah-rumah warga serta jalan pemukiman direndam air dengan ketinggian
satu meter lebih. “Evakuasi dilakukan terhadap warga yang terjebak
oleh banjir, mereka dibawa ke tempat yang aman,” kata Kepala Pelaksana
BPBD Padang Hendri Zulviton di Padang, dikutip dari Antara.
Proses evakuasi itu dilakukan di Jalan DPR Gang Babussalam,
dan di Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam sejak Jumat siang.
Hingga pukul 18.30 WIB, proses evakuasi masih terus dilakukan
oleh petugas gabungan mengingat hujan yang masih terus mengguyur
lokasi setempat.
Proses evakuasi dilakukan oleh personel BPBD, TNI, Komunitas
Siaga Bencana (KSB), dan Tim Remaja Masjid Al Hijrah serta relawan
lainnya.
Ratusan warga yang dievakuasi oleh petugas terdiri dari
anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan perempuan.
Warga dievakuasi dari rumah masing-masing ke tempat aman, salah
satunya adalah Masjid atau mengungsi secara mandiri.
Pembina Ikatan Remaja Masjid Al Hijrah yakni Hasanudin
menceritakan bahwa air mulai naik di kawasan Parak Jambu sejak Jumat
siang. “Air langsung menggenangi jalan serta rumah-rumah warga,
sehingga kami membantu evakuasi menggunakan perahu karet agar tidak
ada warga terancam keselamatannya,” ujarnya.
Hasanudin yang merupakan anggota Dubalang milik Pemerintah
Kota Padang menerangkan bahwa ketinggian air di lokasi setempat
mencapai satu meter lebih. “Air menggenangi rumah warga dengan
ketinggian mencapai satu meter, sedangkan di jalan ketinggiannya lebih
dari itu,” jelasnya.
Ia menerangkan kawasan yang terdampak di kawasan Parak Jambu
adalah sebanyak empat RT di Rukun Warga (RW) 09.
Ikatan Remaja Masjid Al Hijrah yang turun membantu evakuasi
warga sebanyak 28 orang, rata-rata dari mereka berstatus sebagai
pelajar.
Namun demikian, sejumlah warga memilih tetap bertahan di
rumahnya masing-masing sambil berharap air segera surut. “Kami masih
bertahan di lokasi hingga malam ini, jika nanti ada warga yang minta
pertolongan untuk dievakuasi maka akan kami bantu,” jelasnya.
Pada bagian lain, hujan lebat yang mengguyur sejak Jumat pagi
telah memicu banjir di berbagai lokasi di Kota Padang.
Hingga malam sekitar pukul 19.40 WIB hujan masih turun dengan
intensitas sedang hingga lebat, warga diimbau untuk waspada, tulis
cnni. (mul-01)
