Jakarta, hariandialog.co.id.- Bermunculan desakan kepada
Pemerintah melalui Presiden RI Prabowo Subianto agar Indonesia keluar
dari keanggotaan Board of Peace.
Desakan datangnya dari Aliansi Mahasiswa Universitas
Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto ntuk keluar dari Board of
Peace (BoP). Desakan itu tertuang lewat surat yang disampaikan ke
Kantor Kementerian Sekretariat Negara pada 4 Maret 2026.
“Keanggotaan Indonesia di BoP menempatkan negara ini di sisi
penjajah dan bertentangan dengan konstitusi,” kata perwakilan Aliansi
Mahasiswa UI, Fathimah Azzahra dalam keterangan tertulis, Kamis, 5
Maret 2026.
Mereka menilai, BoP bertentangan dengan amanat pembukaan Undang-Undang
Dasar 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan. Masalahnya, dalam
forum tersebut, dominasi peran justru ditunjukkan oleh Amerika Serikat
dan sekutunya Israel.
Israel menjajah tanah Palestina dengan menggunakan agresi militer.
Sedangkan AS berulang kali memveto upaya Dewan Keamanan Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengakui negara Palestina.
Perwakilan UI Students for Justice in Palestine, Razan Diandra
Fatahillah, menambahkan Aliansi Mahasiswa UI juga mendesak Indonesia
membatalkan rencana pengiriman prajurit TNI ke Gaza.
Pengiriman prajurit TNI ke Gaza merupakan bagian dari keputusan
Indonesia yang bergabung dengan International Stabilization Force
(ISF) pada November tahun lalu.
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi BoP di Washington DC, AS pada Februari
lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Indonesia telah menerima
tawaran untuk menjadi Wakil Komandan ISF. Nantinya, sekitar 8.000
prajurit TNI akan dikirim ke Gaza, Palestina dalam tugas ISF.
Razan menilai, pengerahan prajurit TNI di pasukan ISF berpotensi
menyebabkan kerugian berupa konfrontasi dan demiliterisasi para
pejuang Palestina, maupun menjadi mediator performatif dalam perang
AS-Israel dengan Iran.
“Kami mendesak Presiden agar berhenti terlibat dalam pengerahan
pasukan ISF,” ujar dia,
Dalam warkat ini, Aliansi Mahasiswa UI juga menyampaikan sejumlah
tuntutan kepada Prabowo agar menuntaskan janjinya keluar dari BoP
apabila tujuan forum tidak sejalan dengan kemerdekaan Palestina.
Mereka juga mendesak Prabowo beserta jajaran Kabinet Merah Putih untuk
menyatakan kecaman dan mengutuk serangan AS-Israel kepada Iran.
“Kami juga mengultimatum Presiden beserta jajarannya untuk memenuhi
seluruh tuntutan dalam kurun waktu 3×24 jam sebelum turunnya murka
rakyat Indonesia,” ujar perwakilan Aliansi Mahasiswa UI, Fathimah
Azzahra.
Keputusan bergabung dengan BoP dilakukan Prabowo kala menghadiri acara
Forum Ekonomi Dunia di Swiss, Kamis, 22 Januari lalu.
Di hadapan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Hungaria
Viktor Orban, Prabowo menandatangani piagam BoP sebagai tanda
persetujuan bergabung dengan forum yang dibentuk Amerika.
BoP diklaim bakal menangani konflik di berbagai belahan dunia, salah
satunya di Gaza, Palestina, tulis tmp. (dika-01)
