
Denpasar-hariandialog.co.id -, 4 Maret 2026. OJK Provinsi Bali terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi kalangan pelajar,Kali ini OJK Provinsi Bali bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Provinsi Bali, dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi Provinsi Bali meluncurkan Modul Ajar Literasi Keuangan Tingkat SMA/MA di Provinsi Bali
Sebagai tindak lanjut, OJK menggelar Kick Off dan Training of Trainers (ToT) implementasi Modul Ajar Literasi Keuangan secara tatap muka dan daring (hybrid) mengundang kepala sekolah dan perwakilan guru ekonomi SMA/MA se-Provinsi Bali Selasa (24/2) di Denpasar..
Modul Ajar Literasi Keuangan ini disusun menstandarkan modul ajar literasi keuangan tingkat SMA/MA se-Provinsi Bali memastikan semua siswa SMA/MA di Bali memiliki pemahaman dan keterampilan siswa SMA/MA di Bali seragam terkait konsep dasar keuangan, mulai dari manajemen keuangan hingga pemahaman tentang produk dan layanan jasa keuangan.
Modul ini diajarkan untuk siswa kelas X semester kedua setiap tahun pelajaran total 16 jam mata pelajaran. Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali Irhamsah mengatakan,pentingnya pemahaman keuangan sebagai essential life skill harus dipelajari sejak dini bagi generasi muda.
“Dengan jumlah pelajar di Bali sekitar 902.437 orang atau 20,23% dari jumlah penduduk Pulau Dewata, peningkatan literasi keuangan bagi pelajar tidak dapat dikesampingkan. Hal ini penting karena pemahaman keuangan essential life skill untuk mencegah potensi permasalahan terkait penggunaan produk keuangan seperti penawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal serta kejahatan keuangan digital” ujar Irham.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, S.T., M.Si, mengatakan mengapresiasi dan penghargaan kepada OJK Provinsi Bali bersama MGMP Ekonomi Provinsi Bali inisiasi dan kolaborasi strategis. memperkuat kapasitas generasi muda Bali agar memiliki kecakapan literasi dan inklusi keuangan,“Literasi keuangan kalangan pelajar tidak berhenti pada tingkat pengetahuan saja, namun adanya ekosistem yang memungkinkan pelajar melakukan praktik baik dari literasi keuangan yang diperoleh di bangku sekolah,” kata Ida Bagus Gde Wesnawa Punia.
Dari Survei Nasional Literasi Inklusi Keuangan OJK dan BPS tahun 2025, tingkat literasi keuangan nasional sebesar 66,46% lebih rendah dibandingkan dengan tingkat inklusi keuangan yang telah mencapai 80,51%.Pada usia pelajar (15-17 Tahun), tingkat literasi dan inklusi keuangan masing-masing mencapai 51,68% dan 74%.
Penyusunan Modul Ajar bertujuan menyeragamkan materi ajar terkait OJK dan Industri Jasa Keuangan di bawah pengawasan OJK para guru dan murid memperoleh pemahaman setara di Provinsi Bali Selain itu, modul ajar diperkaya informasi terkini tentang kejahatan keuangan digital, produk lembaga keuangan berbasis teknologi seperti pinjaman daring dan aset digital, serta informasi tentang mekanisme pelindungan konsumen di OJK. ( */NL ) .
