Jakarta, hariandialog.co.id.- — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota
Cirebon, Jawa Barat, mencatat volume kendaraan mudik yang melintas di
Jalur Pantai Utara (Pantura) wilayah setempat mencapai 577.215 unit
selama periode H-7 hingga H-1 Lebaran 2026.
Jumlah hampir sama pada periode serupa juga terjadi di Nageg,
Kabupaten Bandung Barat. Ada setidaknya 574.575 kendaraan menuju
Garut dan Tasikmalaya melintasi Jalur Nagreg dari H-7 hingga H-1.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Cirebon Indra Setiaman
mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil pemantauan lalu lintas
hingga pukul 11.30 WIB pada H-1 Lebaran.
Ia menjelaskan dari total kendaraan tersebut, mayoritas
didominasi sepeda motor yang mencapai 503.445 unit, sedangkan mobil
pribadi tercatat sebanyak 52.643 unit. “Jumlah kendaraan yang melintas
dari H-7 sampai H-1 Lebaran sekitar 577.215 unit, berdasarkan
perhitungan hingga pukul 11.30 WIB,” kata Indra di Cirebon, Jumat
(20/3) seperti dikutip dari Antara.
Menurut dia, saat ini rata-rata kendaraan yang melintas di
Jalur Pantura Cirebon berada di kisaran 1.284 unit per jam.
Indra menyebutkan puncak arus mudik di jalur tersebut terjadi
pada H-2 Lebaran, dengan jumlah kendaraan yang melintas hampir
mencapai 149 ribu unit dalam sehari.
Ia mengatakan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada
mudik Lebaran 2025, jumlah kendaraan pada puncak arus mudik tahun ini
mengalami sedikit penurunan. “Kalau dibandingkan dengan tahun 2025 ada
sedikit penurunan, namun dibandingkan hari sebelumnya terjadi
peningkatan sekitar 12 persen,” ujarnya.
Rekayasa lalu lintas jalur mudik
Pihaknya melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas di beberapa
persimpangan utama di Kota Cirebon, untuk mengantisipasi kepadatan
lalu lintas saat puncak arus mudik
Ia menyebutkan salah satu langkah yang diterapkan, yakni
menambah durasi lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan yang
dilintasi kendaraan pemudik.
Ia menjelaskan durasi lampu hijau di persimpangan tersebut
diperpanjang hingga sekitar 95 detik, agar kendaraan dari jalur utama
dapat melintas lebih lancar. “Kami menambah durasi lampu hijau di
persimpangan agar kendaraan yang melintas di jalur mudik bisa bergerak
lebih cepat,” katanya.
Tak ada penutupan persimpangan
Indra menambahkan pada musim mudik Lebaran 2026, Dishub Kota Cirebon
tidak melakukan penutupan persimpangan di sepanjang jalur mudik di
wilayah tersebut.
Ia mengatakan kebijakan itu diambil karena rekayasa lalu
lintas melalui penyesuaian durasi lampu, dinilai cukup efektif
mengurai kepadatan kendaraan. “Dengan langkah tersebut, arus kendaraan
dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya dapat melintas
dengan aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat,” ucap dia.
Nagreg
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung,
Jawa Barat, memastikan puncak arus mudik di jalur Nagreg telah
terlewati setelah jumlah kendaraan yang melintas hari ini mulai
berangsur menurun.
Kepala Humas Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo
mengatakan arus lalu lintas mulai dini hari ini lebih lancar
dibandingkan hari sebelumnya dengan 24.285 kendaraan melintas.
“Sudah bisa kami pastikan tadi malam memang menjadi puncak arus
mudik, di mana setelah tadi malam frekuensi kendaraan yang melintas
Nagreg sudah berangsur menurun. Kendaraan yang terhitung sekitar 24
ribu hingga pukul 08.00 WIB,” katanya di Bandung, Jumat.
Dirinya menjelaskan bahwa hingga pukul 23.59 WIB H-2
Lebaran, jumlah kendaraan yang melintas tercatat mencapai 150.716 unit
atau meningkat 5 persen dari hari sebelumnya yang tercatat 137.032
unit.
Ia juga menambahkan bahwa jumlah kendaraan tersebut melebihi
puncak arus mudik pada H‑2 lebaran 2025, yang tercatat sebanyak
142.620 kendaraan. “Ini melebihi H-3 tahun ini yang hanya 137 ribu
kendaraan dan melebihi puncak arus mudik 2025 pada H-2 lebaran dengan
jumlah 142 ribu kendaraan,” jelasnya
Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung juga menyebutkan jumlah
kendaraan yang melintas Jalur Nagreg menuju Garut dan Tasikmalaya pada
periode H‑7 hingga H‑1 lebaran 2026 menunjukkan tren meningkat hingga
H‑2 sebelum menurun pada H‑1.
Jumlah keseluruhan selama tujuh hari pengamatan mencatat
sebanyak 574.575 kendaraan menuju Garut dan Tasikmalaya melintasi
Jalur Nagreg.
Meskipun melandai, pihak Dinas Perhubungan dengan petugas
gabungan tetap bersiaga penuh mengamankan arus mudik Lebaran tahun ini
dengan menyiapkan pasukan di titik rawan kemacetan dan kecelakaan,
tulis cnni. (lumsim-01)
