
Bandung Barat, hariandialog.co.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar acara halalbihalal dalam rangka Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Besar Ash-Shiddiq, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Selasa (31/3/2026). Momentum ini menjadi ruang bagi segenap aparatur sipil negara untuk memperkuat soliditas internal guna menjawab tantangan pelayanan publik yang kian kompleks.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Wakil Bupati Asep Ismail, Sekretaris Daerah Ade Zakir, serta jajaran kepala perangkat daerah, camat, dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat. Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Kh. Agus Romli Hamdani.
Dalam sambutannya, Bupati Jeje Ritchie Ismail menyampaikan permohonan maaf secara pribadi maupun kedinasan. Ia merefleksikan perjalanan kepemimpinannya selama satu tahun dua bulan terakhir yang masih menghadapi berbagai dinamika, baik dalam pengambilan kebijakan maupun pola komunikasi dengan jajaran staf.

“Saya menyadari masih banyak kekurangan, baik dari kebijakan maupun komunikasi. Di momen halalbihalal ini, saya meminta dibukakan pintu maaf. Ini saatnya kita saling menguatkan kebersamaan dan menyatukan tim Pemerintah Kabupaten Bandung Barat agar lebih solid,” ujar Jeje.
Ia menekankan bahwa soliditas birokrasi merupakan kunci utama dalam menjawab berbagai persoalan daerah. Sejumlah tantangan besar masih menanti, terutama terkait peningkatan kualitas pelayanan publik yang sering dikeluhkan masyarakat, serta pembangunan infrastruktur dan sektor pendidikan yang menjadi prioritas daerah.
Secara khusus, Jeje juga menyinggung pentingnya integritas dan ketulusan dalam bekerja. Ia mengutip sebuah pesan moral mengenai nilai kebaikan yang akan kembali kepada pelakunya. “Menolong orang lain adalah seni menolong diri kita sendiri di kemudian hari. Kita harus terus berbuat baik kepada setiap orang tanpa pamrih,” ucapnya.
Refleksi Kepemimpinan
Meski kondisi kesehatannya belum pulih sepenuhnya pascasakit, kehadiran Bupati dalam acara ini menjadi simbol komitmen untuk merajut kembali tali persaudaraan pascaramadan. Ia berpesan agar tidak ada lagi ganjalan personal atau sikap saling menjatuhkan antarpegawai yang dapat menghambat kinerja pemerintahan.
”Jangan ada yang saling dendam. Kita bersihkan diri dan saling memaafkan. Rezeki sudah ada yang mengatur, teruslah berbuat baik, maka rezeki akan mengikuti,” tambahnya.
Selaras dengan pesan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Cililin Kh. Didin Saepudin dalam tausiahnya menekankan pentingnya komitmen terhadap amanah jabatan. Ia mengingatkan bahwa posisi dalam struktur organisasi, baik sebagai pemimpin maupun staf, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab tanpa adanya upaya saling menjegal.
Menurut Didin, terdapat tiga hal yang kerap merusak hubungan persahabatan dan persaudaraan jika tidak dikelola dengan hati yang jernih, yakni jabatan, kekayaan, dan ilmu. Ia mengajak seluruh hadirin untuk berefleksi mengenai kegunaan umur, kesehatan, harta, dan ilmu yang dimiliki agar senantiasa mendatangkan manfaat bagi publik.
Acara halalbihalal ini ditutup dengan doa bersama dan makan siang sebagai simbol kebersamaan. Melalui kegiatan ini, jajaran Pemkab Bandung Barat diharapkan kembali fokus menjalankan roda pemerintahan dengan semangat baru yang lebih amanah dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas.(Nagon)
