Cirebon, hariandialog.co.id.- Nahdlatul Ulama (NU) dinilai perlu
menyiapkan generasi baru yang bukan hanya kuat dalam aspek spiritual
dan keagamaan tetapi juga memiliki kemampuan teknologi, kepemimpinan,
dan pemahaman terhadap perubahan zaman.
Hal tersebut disampaikan Imam Jazuli dalam kegiatan PMKNU
Cirebon yang turut diikuti oleh Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah sebagai
narasumber dalam forum kaderisasi kepemimpinan NU tersebut.
Imam menjelaskan tantangan masa depan tidak cukup dijawab
hanya dengan kemampuan keagamaan semata. NU membutuhkan kader-kader
yang mampu menjadi penghubung antara nilai-nilai pesantren dengan
kebutuhan masyarakat modern. “Ke depan kita membutuhkan lebih banyak
teknokrat spiritual. Orang-orang yang kuat akhlaknya, kuat nilai
agamanya, tetapi juga kompeten dalam teknologi, organisasi, dan
kepemimpinan,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Ia menilai pesantren memiliki modal besar untuk melahirkan
generasi seperti itu karena selama ini telah terbiasa membangun
karakter, kedisiplinan, adab, dan ketahanan mental.
Gus Miftah Ingatkan Ancaman Judi Online dan Kekerasan
Seksual Hantui Pesantren Namun di saat yang sama, para santri juga
perlu diperkuat dengan kemampuan yang relevan dengan perkembangan
zaman, mulai dari literasi digital, manajemen, komunikasi, hingga
pemanfaatan teknologi.
Menurutnya PMKNU menjadi salah satu ruang penting untuk
mempertemukan nilai-nilai dasar NU dengan wawasan kepemimpinan dan
tantangan global yang dihadapi generasi muda hari ini. “NU harus mampu
melahirkan kader yang tidak hanya alim, tetapi juga mampu hadir
memberi solusi di tengah perubahan dunia yang sangat cepat,” katanya,
tulis tvone. (lumsim-01)
