Surabaya, hariandialog.co.id.- – Memasuki usia ke-733 tahun, Kota
Surabaya kembali meneguhkan jati dirinya sebagai kota yang tidak hanya
menjadi saksi sejarah, tetapi juga terus bertransformasi menjadi kota
metropolitan yang maju dan berkembang. Semangat tersebut mewarnai
Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya yang berlangsung di Balai
Kota Surabaya, Minggu, 31 Mei 2026.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melalui Asisten
Pemulihan Aset (Aspema) Irwan Datuiding, S.H., M.H., menyaksikan
rangkaian upacara yang dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota
Surabaya, Ir. H. Armuji, M.H. Turut hadir jajaran konsulat jenderal
negara sahabat, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama dan masyarakat
hingga perwakilan warga dari berbagai wilayah di Surabaya.
Mengangkat tema “Pancasila Kuat, Surabaya Hebat”, Hari Jadi
Ke-733 Kota Surabaya menjadi refleksi atas perjalanan panjang Surabaya
sebagai kota yang tumbuh di atas nilai gotong royong, keberagaman, dan
semangat persatuan. Dalam amanatnya, Plh. Walikota menegaskan bahwa
kekuatan Surabaya tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik,
tetapi juga oleh kokohnya solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Ir. H. Armuji juga mengungkapkan
sejumlah perkembangan di berbagai sektor yang dinilai menjadi fondasi
bagi kemajuan Surabaya. Pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan,
ekonomi kerakyatan, lingkungan hidup, hingga infrastruktur disebut
terus menunjukkan arah yang positif seiring upaya pemerintah kota
mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Rangkaian upacara Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya semakin semarak
dengan berbagai atraksi budaya yang memukau. Penampilan 733 penari
remo seklaigus prosesi pemotongan tumpeng menjadi simbol semangat kota
yang terus bergerak maju tanpa meninggalkan akar budaya dan
identitasnya, tulis, rilis. (pahan-01)
