Jakarta, hariandialog.co.id.- — Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan alokasi anggaran sebesar
Rp815,56 miliar untuk program kompor listrik pada 2027.
Program tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan
impor LPG. “Kompor listrik karena ini untuk kita mengurangi kebutuhan
LPG, kita mencari untuk bauran energi lain. Jadi energi yang kita
dorong ke depan tidak hanya tentang LPG, tapi kompor listrik, CNG,
macam-macam yang kita buat itu sebesar Rp815,56 miliar,” ujar Bahlil
dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen,
Jakarta Pusat, Senin, 15 Juni 2026
Selain program kompor listrik, Kementerian ESDM juga
mengusulkan anggaran untuk program motor listrik sebesar Rp635,24
miliar.
Adapun kedua usulan program tersebut termasuk dalam pagu
indikatif untuk program strategis infrastruktur oleh Direktorat
Jenderal Energi baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE)
sebesar Rp1.509 miliar.
Bahlil menyampaikan dalam pelaksanaannya nanti anggota DPR
diharapkan dapat membantu memetakan daerah-daerah yang berpotensi
menjadi sasaran program tersebut. “Ini saya pikir kita juga minta
bantuan dari Bapak Ibu Anggota DPR untuk bisa tahu kompor listrik ini
yang membutuhkan di daerah-daerah mana saja supaya bisa kita melakukan
kerjasama dan sinkronisasi,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, Bahlil mengajukan anggaran Kementerian
ESDM sebesar Rp27,33 triliun pada 2027. Angka tersebut naik sebesar
26,11 persen dibandingkan anggaran pagu 2026 sebesar Rp21,67 triliun.
Anggaran pagu indikatif tersebut terdiri dari alokasi untuk
program strategis infrastruktur sebesar 82 persen atau Rp22,48
triliun, belanja operasional sebesar 13 persen atau Rp3,56 triliun,
dan publik non fisik sebesar 5 persen atau Rp1,3 triliun, tulis cnni.
(nanang-01)
