Jakarta, hariandialog.co.id.- – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat
dan mendukung posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan
syariah global.
BI Pede Penjualan Eceran Juni 2026 Tetap Terjaga Komitmen
tersebut ditegaskan langsung oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry
Damayanti, saat membuka perhelatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar)
Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat
(NTB), Jumat, 10 Juli 2026.
Destry menuturkan, komitmen ini dipegang teguh oleh Bank
Indonesia karena melihat potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia.
BI Terus Geber Pengembangan UMKM Binaan Bahkan, Indonesia
berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam perkembangan ekosistem
ekonomi dan keuangan syariah berdasarkan hasil analisa State of the
Global Islamic Economy Report tahun 2025-2026. “Kemudian kalau kita
lihat breakdown-nya lagi, untuk dunia fashion muslim kita peringkat
nomor satu. Kemudian untuk pariwisata dan pariwisata ramah muslim kita
ada di peringkat kedua. Dan yang terakhir untuk makanan halal, kita
berada di peringkat ketiga,” ungkap
Meski begitu, Destry tak menampik bahwa masih ada
pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan. “Tapi kita masih banyak
kelemahan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah itu harus
ditingkatkan. Antara lain adalah keuangan syariah. Itu menjadi PR.
Kalau kita lihat ekonomi syariah, ekonomi yang berbasis syariah ini
sudah banyak di kita. Tapi kalau tantangannya adalah di sektor
keuangan syariah yang ini juga harus kita percepat, kita akselerasi
dan tentunya juga dengan memanfaatkan transformasi teknologi dan
digital yang saat ini ada,” ungkap dia.
Tantangan lain, kata Destry, yaitu minimnya ketersediaan
produk keuangan syariah di pasaran. Kondisi ini membuat tingkat
inklusi keuangan syariah masih rendah meskipun tingkat literasi
masyarakat sebetulnya sudah cukup tinggi. “Nah, kalau syariah itu
kebalikannya. Inklusinya rendah, literasinya tinggi. Kenapa? Karena
anak-anak akses terhadap ekonomi keuangan syariah kita masih
terjangkau batas,” ungkap dia, tulis viva. (pitta-01)
