Jakarta, hariandialog co.id – Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang memfokuskan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari faktor produksi yang utama yaitu sumber daya manusia. Umumnya konsep ini didukung dengan adanya industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya.
Seperti halnya diungkapkan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menggelar pertemuan dengan Duta Besar Jepang, Jum’at (23/4), malam. Dalam pertemuan nya membahas potensi kerjasama bilateral di sektor ekonomi kreatif untuk membuka peluang ekspor bagi produk-produk kreatif seperti kuliner, fesyen dan kriya. “Di sini kami telah melalui screening yang ketat, dan diberitahu jika ada yang melakukan kontak erat dengan penderita positif Covid-19. Ini adalah bentuk keterbukaan demi kesehatan dan keselamatan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Untuk sektor pariwisata, selama ini kita diuntungkan dengan banyaknya jumlah wisatawan Jepang yang berkunjung. Indonesia termasuk dalam top 10 destination bagi wisatawan Jepang, di mana Bali, Jakarta dan Bintan menjadi destinasi utama mereka,” tambah Menparekraf.
Untuk itu menurut Menparkeraf, harus dimanfaatkan, bagaimana saat perbatasan sudah dibuka nanti, Indonesia sudah siap untuk menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, mengedepankan aspek kesehatan dan keselamatan.(Riz)
