Oleh: Johan Murod Babelionia, S.IP. MM.
(Ketum KADIN Paradigma Baru Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)
Tidaklah terlalu berlebihan jika Rakyat Indonesia di Era Vandemi Covid 19 yang semakin mengganas berkirim surat kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo yang popular disapa Bapak Jokowi, terlebih lagi yang disampaikan ini adalah tentang Azas Hukum SALUS POPULI SUPREMA LEX ESTO yang maknanya HUKUM TERTINGGI ADALAH KESELAMATAN RAKYAT.
Beberapa waktu lalu Saya menulis di koran ini dengan judul Pasca Corona Indonesia Tumbang atau Gemilang. Jika Pasca Corona Indonesia Tumbang maka akan berubah peta dunia dengan hilangnya nama Indonesia pada peta dunia. Akan tetapi dengan satu kebijakan saja oleh Presiden RI Bapak Jokowi, yaitu Tambang Rakyat Bebas menambang maka Indonesia akan Gemilang dengan Pertumbuhan ekonomi Double Digit.
Dengan satu kebijakan saja oleh Presiden RI Bapak Jokowi maka Tambang Rakyat yang Menambang Timah, Emas, Batubara, minyak di sumur tua dll. Maka ratusan triliun rupiah uang akan beredar ditangan rakyat dan hal ini akan memicu dan memacu Pertumbuhan ekonomi double digit yang akan Mensejahterakan Seluruh Rakyat Indonesia terutama UMKM akan bangkit naik kelas dampak multiplier effects Perekonomian Tambang Rakyat.
Para Petambang Rakyat akan belanja di desa desa sehingga Pertumbuhan ekonomi pedesaan akan dahsat yang akan menghidupi Perekonomian Perkotaan manakala masyarakat desa belanja ke Kota, Masyarakat desa datang ke kota tidak untuk cari pekerjaan atau mengemis. Masyarakat desa ke kota belanja di pusat pusat perbelanjaan dan menginap di hotel.
Ketika Allah Menciptakan Kepulauan Bangka Belitung Sang Maha Pencipta Jagat Raya Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar “Sedang Tersenyum”, Kepulauan Bangka Belitung dengan luas laut 65.301 Km2 dan 900 Pulau, 450 Pulau sudah bernama dan 50 Pulau sudah berpenghuni. Pulau Bangka 11.000 Km2 dan Pulau Belitung luasnya sama dengan Pulau Bali 5.000 Km2, Pulau Bangka dan Pulau Belitung adalah Pulau utama yang masing memiliki airport dimana jumlah penduduk Kepulauan Bangka Belitung 1,5 juta jiwa.
Allhamdullilkahi Robbil Allamin Kepulauan Bangka Belitung adalah gugusan pulau pulau yang indah dan tanah yang subur dihuni berbagai etnic dianugerahi berbagai products export sehingga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah termasuk 10 Provinsi Pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia dan Gini rasio terbaik pula di Indonesia.
Timah, Lada, Sawit, Karet, Perikanan dll adalah komoditas exports Kepulauan Bangka Belitung yang memberi konstribusi surplus Indonesia terhadap perdagangan dunia. Timah sudah di exploitasi di Kepulauan Bangka Belitung sejak sebelum abad I hingga saat ini tak habis habis karena Kepulauan Bangka Belitung bukanlah pulau timah melainkan “TIMAH YANG MENJADI PUKAU”, meski ribuan tahun ditambang timah tak habis habis dan lingkungan tetap lestari.
Terlalu berlebihan jika mengatakan penambangan timah akan merusak lingkungan, Bapak Jokowi sudah berkali kali ke Kepulauan Bangka Belitung sehingga Beliau bertitah “Saya kasih Kepulauan Bangka Belitung Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) 80.000 ha untuk Kepulauan Bangka Belitung, seharusnya dengan “Titah Cerdas” Presiden RI Bapak Jokowi ini Dinas ESDM segera memplot 80.000 ha WPR Kemudian Gubernur Kepulauan Bangka Belitung bersama DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Menetapkan WPR tersebut Kemudian masuk dalam data base Ditjen Minerba Kementerian ESDM dan Rakyat dapat Menambang dengan legal setelah diterbitkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Hal ini tidak terjadi karena birokrasi telah dijadikan sebagai “Tembok Tebal” Penghambat Pembangunan.
Kabupaten Belitung Timur, Saya lebih suka menyebut nya sebagai BALTIMORE (Balitong Timore) adalah salah satu dari tujuh daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki deposit timah. Sebulan sebelum Idul Fitri minuman kemasan habis diborong masyarakat untuk persiapan lebaran, dan menjelang lebaran harga daging sapi Rp 185.000,-/Kg dan harga daging ayam Rp 85.000,-/Kg habis diborong masyarakat, hal ini karena dipicu dan dipacu Tambang Rakyat.
Siang dan malam Baltimore Kabupaten paling Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini ramai aktivitas Perekonomian, Pariwisata justru hidup oleh masyarakat lokal, cafe cafe dan testoran ramai pengunjung. Tambang Rakyat telah Bermetamorfosa menjadi Locomotive Perekonomian yang menarik gerbong sektor Perekonomian lainnya, sehingga ikan hasil tangkapan nelayan, sayur hasil petani, kue & empek empek hasil UMKM laris terjual dengan harga yang sangat pantas dan pendatang yang datang dari Seluruh Indonesia mencari rizki di Kepulauan Bangka Belitung seperti orang Lamongan jual pecel lele mereka kaya raya, pulang kampung bikin rumah dua tingkat, beli Mobil inopa dan beli sawah.
Lantas kenapa LSM gerah terhadap penambangan Rakyat??? Kata Imam Gozali “Orang yang merusak negara ini adalah orang yang tidak menyusun bata, tidak memerah susu dan tidak menenun kain. Kerja mereka hanya bergunjing… “
Sebagai salah satu Mantan Sekretaris Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan saat ini menjabat Ketum KADIN Paradigma Baru Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan sebagai Ketua DPD HNSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terpilih empat priode masa jabatan Ketua DPD HNSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan akrab disapa Panglima karena Saya adalah Panglima ASTRADA (Asosiasi Tambang Rakyat Daerah) dan 14 Febuary 2015 Ditabal Lembaga Adat Melayu NSS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai Datuk Panglima Negri Serumpun Sebalai, Izinkan Saya Menghimbau agar LSM Mendukung Tambang Rakyat sebagai upaya Menegakkan Azas Hukum SALUS POPULI SUPREMA LEX ESTO sehingga Rakyat Sejahtera dan Kepulauan Bangka Belitung akan maju pesat. Kepada Bapak Jokowi Presiden RI kiranya membuat surat edaran kepada Kementerian terkait dan Kapolri agar Tambang Rakyat di Indonesia dan Khususnya Petambang Rakyat di Kepulauan Bangka Belitung Bebas menambang tidak ditangkap pihak keamanan sehingga Rakyat Indonesia Sejahtera dan Pasca Corona Indonesia “GEMILANG”.
Jika tidak sungguh sangat mengkhawatirkan Pasca Corona Indonesia “TUMBANG” dan peristiwa 5 Oktober 2006 selitar 5.000 Petambang Rakyat “Menyerbu” Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, peristiwa ini adalah peristiwa KONFLIK pertimahan 6 generasi setelah kakek moyang Orang Kepulauan Bangka Belitung melawan penjajah Belanda yang Memonopil Pertambangan Timah, perlawanan Rakyat Kepulauan Bangka Belitung tersebut dipimpin Depati Karim, Depati Bahren, Depati Amir, Bun Asiong, dan Liaw Ngie. Allhamdullilkahi Robbil Allamin Depati Amir 8 November 2018 Ditetapkan sebagai Palawan Nasional dan monument Palawan Nasional Depati Amir Dijanjikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung akan dibangun di Airport Depati Amir Pangkalpinang.
Sebagai gambaran betapa dahsatnya potensi Kepulauan Bangka Belitung yang sangat strategies yang merupakan Anugerah Allah, izinkan Saya menulis Puisi “Negri Ku Negri Pelangi”. Puisi ini dapat dijadikan lyric lagu yang indah jika diringi alat music?? traditional selain diiringi alat music modern seperti, suling, gambus, gendang, rudat dll.
————————/—/—-////
**NEGRI KU NEGRI PELANGI**
Aku Sungguh Beruntung
Hidup Di Kepulauan Bangka Belitung
Lautnya Luas 900 Pulau Sudah Kita Hitung
Ikan Berlimpah Lada Sawit Timah Ditanah Bertuah
Dayang Dan Amoy Chikar, Bujang Dan Akew Sangat Pintar
Laut Dan Langit Nan Biru Hutan Nan Hijau
Berbagai Bahasa Dan Etnic Warna Warni Bagaikan Pelangi
Oh Indah Nian Negri Ku Negri Pelangi
Bunga Bemekaran Warna Warni Dan Mewangi Hanya Ada Di Negri Pelangi
Salam Rindu Dari Negri Ku Negri Pelangi
Negri Fan Ngin Tong Ngin Jit Jong, Negri Fan Ngin Tong Ngin Tjin Ngin
Ayoo Bernyanyi Dan Menari Di Negri Ku Negri Pelangi
Diringi Music Unic dan Kicau Burung Yang Merdu Seakan Ikut Bernyanyi
Yooo Ngopi2 Sambil Diskusi Cari Solusi Bangun Negeri & Silaturahmi Di Negri Pelangi
Nyameeen Geee Hidup Di Kepulauan Bangka Belitung Negri Pelangi Niiii….
by: Johan Murod Babelionia, S.IP. MM.
BELITUNG island
Perjalanan dari Tg Pandan – BALTIMORE (Balitong Timore)
4 Juni 2021
