Jakarta, hariandialog.co.id.- — Perang Iran vs Amerika Serikat hingga
niat Presiden Donald Trump yang sesumbar mau mencaplok Kuba menjadi
perhatian berita global selama akhir pekan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan
rencana Washington ‘menggebuk’ dan mencaplok Kuba.
Rencana itu disampaikan saat AS belum benar-benar mengakhiri
perang di Iran. Ia mengatakan kemungkinan akan mengerahkan kapal induk
di sekitar lepas pantai untuk menaklukkan negara itu. “Kuba akan kita
rebut segera mungkin. Orang-orang Kuba mendapat masalah,” kata Trump
dalam acara di West Palm Beach, Florida, Jumat (1/5), dikutip dari
Anadolu Agency.
Kapal Supertanker Iran Lolos Blokade AS Menuju Indonesia
Sebuah kapal tanker raksasa Iran dilaporkan berhasil lolos dari
blokade laut Amerika Serikat (AS) dan kini berlayar menuju perairan
Indonesia dengan membawa minyak mentah bernilai ratusan juta dolar AS.
Melansir Times of India dan Anadolu Agency (AA), kapal
jenis very large crude carrier (VLCC) milik National Iranian Tanker
Company (NITC) itu mengangkut lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah
senilai hampir US$220 juta atau sekitar Rp3,8 triliun.
Lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, TankerTrackers,
menyebut kapal tersebut berhasil menghindari pengawasan Angkatan Laut
AS.
NATO Respons Keputusan AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman
NATO merespons keputusan Amerika Serikat (AS) yang akan menarik
sekitar 5.000 personel militernya dari Jerman dengan meningkatkan
komunikasi intensif bersama Washington.
Juru bicara NATO Allison Hart mengatakan pihaknya saat ini
tengah berkoordinasi untuk memahami secara rinci kebijakan tersebut,
khususnya terkait postur kekuatan militer AS di Eropa. “Kami sedang
bekerja sama dengan AS untuk memahami detail keputusan mereka mengenai
postur kekuatan di Jerman,” ujar Hart melalui platform X, Sabtu (2/5),
seperti dilansir Anadolu Agency,tulis cnni. (alex-01)
