Taput, hariandialog.co.id. – Untuk mempersiapkan kader-kader yang militan dan punya kapabilitas, dan bertemakan ‘Memahami Ajaran Bung Karno, Menuju Partai Pelopor’ Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) DPC PDI Perjuangan Taput menggelar Pendidikan Kader Pratama yang dilaksanakan pada 9 Juli 2021 bertempat di Gedung Kesenian Sopo Partungkoan Tarutung. Jumat (9/7/2021).
Adapun kegiatan ini diikuti oleh Badan, Sayap, Departemen, Satgas dan 15 PAC se Tapanuli Utara, dan peserta seluruhnya lebih 108 orang. Sementara dari DPD PDIP Sumatera Utara sendiri hadir antara lain Sarma Hutajulu (Wakil Kepala Bidang Buruh DPD Sumut), Samulyah Surya Indra (Wakil Kepala Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPD Sumut), Soritu, ST (Kabiro Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPD Sumut), Februanco Silaen (Badiklat DPD Sumut) dan Nezar Silabuhan (Media Center DPD)
Sarma Hutajulu Wakil Ketua DPD Sumut mengawali sambutannya terlebih dahulu membakar semangat para kader dengan pekikan salam merdeka yang mendapat sambutan meriah dari para kader yang hadir dan dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah agar kader punya wawasan tentang partai dan kebangsaan serta seluruh kader harus punya tanggung jawab untuk menghadirkan situasi yang baru dalam pengelolaan partai politik dan selanjutnya bisa implementasikan gagasan partai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lebih lanjut menurutnya PDIP adalah partai yang punya struktur kuat dari tingkatan atas sampai bawah sehingga kita harus bangkit dan menang oleh karna itu PDIP harus berjuang bersama serta bergotong royong untuk memuliakan bangsa ini.
“Bupati Taput sekaligus ketua DPC PDI Perjuangan Taput, berpesan agar seluruh peserta pendidikan kali ini serius mengikuti pelatihan, ini perlu untuk mewujudkan 5 mantap, mantap idiologi dan mantap kader, satu satunya DPC yang lengkap kepengurusannya sesumut adalah DPC Taput, dan ini harus ditingkatkan sumber daya manusianya,” sambut Sarma
“Menjaga kerukunan adalah tugas kita sebagai kader, kader harus mengetahui lambang partai, karena ukuran logo dan plang itu sudah ada aturannya.kita harus tahu menganalisa sosial hal hal yang terjadi disekitar kita. Sehingga kader jadi alumni pendidikan kader Pratama, seluruh kader harus dapat mengimplementasikannya kepada masyarakat, jadi mata dan telinga, perintah ketum harus hatrick, harapan 2024 pemerintahan harus tetap dipertahankan,” tandas Sarma
Sementara ketua DPC PDI Perjuangan Taput yang di wakili oleh Sekretaris DPC Poltak Pakpahan ketika diwawancarai mengatakan bahwa pendidikan kader akan dilakukan berjenjang dengan tujuan agar kader kader partai mumpuni dan punya militansi serta matang dalam organisasi.
“Karena saat ini kita masih suasana pandemi, Kedepannya Badiklat agar menjadwalkan kembali untuk pelatihan dan pendidikan dengan waktu yang matang, harapannya pendidikan akan lebih bermakna bagi KSB, kader Pratama, paling minim dilaksanakan 4 hari, 2 hari pendidikan, 2 hari praktek lapangan,” jelas Poltak
Sebelumnya Ketua Badiklat DPC PDI Perjuangan Taput yang juga ketua panitia dalam laporannya mengatakan “Pendidikan politik ini bertujuan untuk memboboti kader kader partai dengan pengetahuan tentang partai sehingga kader kader partai dapat, mampu memahami situasi sosial politik, berani bersikap tegas memberikan kritik membangun terhadap
kondisi masyarakat yang mantap, aktivitasnya diarahkan pada proses demokratisasi individu atau
perorangan, dan demokratisasi semua lembaga kemasyarakatan serta lembaga negara, sanggup memperjuangkan kepentingan dan ideologi partai dan harapan kita dengan adanya pelatihan ini tercipta mantap kader, mantap ideologi, dan mampu memanajemen dan mengelola partai secara baik,” terang Winton
Selama Pendidikan, seluruh peserta terpantau serius mengikuti materi yang disampaikan oleh para wakil ketua dari DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara secara bergantian. (Emmar)
