Jakarta, hariandialog.co.id.- Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi
Yudisial (KY) Siti Nurdjanah, menyebutkan 55 orang terkonfirmasi
menyelesaikan registrasi secara lengkap dari 175 pendaftar calon hakim
agung.
Dari jumlah 55 orang tersebut dirinci jumlah pendaftar konfirmasi
calon hakim agung berdasarkan jenis kamar yang dipilih, yaitu: 7 orang
kamar perdata, 28 orang kamar pidana, 17 orang kamar agama, dan 3
orang kamar tata usaha negara khusus pajak.
Menurut Nurdjanah, pendaftar seleksi calon hakim agung didominasi
laki-laki sejumlah 48 orang dan 7 orang perempuan. Sementara jenis
pendidikan, ada 1 orang bergelar sarjana, 25 orang bergelar magister,
dan 29 orang bergelar doktor. “Dilihat dari profesinya, mayoritas
adalah hakim yaitu 47 orang. Selanjutnya ada akademisi berjumlah 3
orang, jaksa 1 orang, pengacara 2 orang dan profesi lainnya 2 orang,”
kata Nurdjanah dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 9 Desember 2021
seperti diwartawan tempo.
Selain mengincar kursi hakim agung, sebanyak 71 orang mendaftar
sebagai calon hakim ad hoc tindak pidana korupsi. Dari total itu, 13
orang sudah terkonfirmasi menyelesaikan registrasi secara lengkap.
Para pendaftar calon hakim ad hoc tipikor didominasi laki-laki, yaitu
12 orang dan 1 orang perempuan.
Berdasarkan jenis pendidikan, ada 2 orang bergelar sarjana, 6 orang
bergelar magister, dan 5 orang bergelar doktor. Adapun profesi
pendaftar ad hoc tipikor Mahkamah Agung yaitu 3 orang hakim, 3 orang
akademisi 1 orang jaksa, 4 orang pengacara, dan 2 berprofesi lainnya.
Nurdjanah mengatakan KY masih terus mengundang calon-calon
terbaik untuk mengikuti seleksi. Ia menyebut KY mencari 8 posisi calon
hakim agung untuk mengisi kamar perdata 1 orang, kamar pidana 4 orang,
kamar agama 1 orang, dan kamar tata usaha negara khusus pajak 2 orang.
Adapun kamar untuk hakim ad hoc tipikor yang dibutuhkan adalah 3
orang. “Pendaftaran seleksi calon hakim agung dan hakim ad hoc Tipikor
di MA dilakukan secara daring melalui situs
www.rekrutmen.komisiyudisial.go.id. KY menegaskan tidak melayani
pendaftaran secara langsung,” kata Nurdjanah. (tob)
