Bekasi, hariandialog.co.id. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru
Budi Hartonomeninjau fasilitas pengelolaan sampah landfill mining dan
refused-derived fuel (RDF) Plant di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa
Barat. Fasilitas pengelolaan sampah itu diluncurkan Anies Baswedan di
ujung masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Pantauan detikcom di lokasi, Senin (2/1/2023), Heru Budi
tiba di lokasi sejak pukul 15.20 WIB. Heru Budi didampingi oleh Kepala
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto dan Plt Wali Kota
Bekasi Tri Adhianto.
Heru tampak meninjau satu per satu fasilitas pengelolaan sampah yang
ada di TPST Bantargebang. Heru kemudian mendengarkan penjelasan Kepala
DLH DKI Asep Kuswanto tentang cara kerja fasilitas ini. “Ini sampah
landfill mining kita. Nanti sampahnya didorong oleh alat berat.
Truknya masuk dari arah sana,” ujar Asep kepada Heru.
RDF ini sedang dalam tahap commissioning atau uji coba. Setelah
uji coba tuntas, barulah fasilitas pengolahan sampah ini akan
beroperasi penuh.
Untuk diketahui, fasilitas pengelolaan sampah ini diluncurkan oleh
Anies Baswedan. Anies menyebut ini merupakan pengelolaan berbasis RDF
skala terbesar pertama di RI. “Alhamdulillah setelah melalui proses
yang cukup panjang kita sekarang sampai kepada babak baru di TPST
Bantargebang. Semula yang dipandang sebagai TPA sekarang menjadi
tempat untuk pengolahan dan percontohan yang nanti akan jadi rujukan
untuk seluruh Indonesia,” kata Anies di Bantargebang, saat itu, Senin
(10-10-2022). “Bila dulu kita jarang mau datang ke sini nanti tempat
ini berbondong-bondong orang datang untuk menyaksikan sebuah proyek
percontohan terbesar yang ada di Indonesia,” tambah Anies.
Anies berharap kehadiran fasilitas ini dapat mengubah
paradigma pengelolaan sampah, yakni di tingkat hilir sampah itu diolah
menjadi kebutuhan energi. Sejauh ini, terdapat 2 perusahaan yang akan
memanfaatkan RDF hasil pengelolaan sampah ini.
Kasis LH DKI Asep Kuswanto mengatakan RDF Plant dilaksanakan dengan
metode konstruksi rancang dan bangun (design and build). Tahapannya
terdiri atas perencanaan, konstruksi, pengadaan, dancommissioning.
Fasilitas ini meningkatkan kapasitas landfill mining
menjadi 1.000 ton/hari, mengolah sampah baru dari Jakarta sebesar
1.000 ton/hari, serta menghasilkan 700-750 ton/hari RDF.
“Pekerjaan ini dilaksanakan dengan waktu yang relatif singkat, yaitu
317 hari kalender terhitung sejak 17 Februari 2022 sampai dengan 30
Desember 2022,” jelas Asep.
Lebih lanjut dia menjelaskan progres pekerjaan saat ini
telah mencapai sekitar 82,9%. Asep menargetkan di akhir November 2022
seluruh pekerjaan konstruksi dan instalasi mesin utama selesai
dilaksanakan sehingga pada Desember 2022 dapat dilakukan commissioning
atau uji coba. “Kemudian memulai operasi pengolahan sampah pada
Januari 2023 mendatang,” ujar Asep.
Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah Landfill Mining
dan RDF Plant TPST Bantargebang ini menelan biaya sebesar Rp 1,07
triliun. Asep memerinci sumber pendanaan pekerjaan ini, yaitu dana
pinjaman daerah mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun
sebesar Rp 456 miliar serta APBD DKI 2022 sebesar Rp 613 miliar.
“Total nilai kegiatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah Landfill
Mining dan RDF Plant yaitu sebesar Rp 1.070.325.631.549 (triliun),
sudah termasuk kegiatan pengadaan tanah, konstruksi design and build,
serta pengadaan sarana-prasarana penunjang lainnya,” papar Asep.
(redak01).
