Jakarta, hariandialog.co.id.- Seorang wanita yang mengaku
bernama Kartika menelepon kantor redaksi Surat Kabar Dialog, di
021-79193xxxx kemarin (21-02-2023) sekitar pukul 08.46. Wanita dengan
bahasa lembut dan santu menyebutkan diawal pembicaraan mengaku petugas
PT Telkom Indonesia.
Si wanita tersebut mengatakan bahwa saya telah
mempunyai tunggakan pembayaran bulanan telkom sebesar Rp.2.810.230
sejak Oktober 2022 dengan nomor 031-3562980 alamat Surabaya, Jawa
Timur. Saat itu saya disebut mendaftarkan nomor telepon tersebut di
kantor PT Telkom Indonesia di Jalan Kembang Kuning No.29, Kota
Surabaya, Jawa Timur.
Disebut lagi oleh karena sama sama nama pelanggan si
wanita mengatakan kalau tidak diselesaikan dalam tempo dua jam maka,
pesewat telepon kantor di Jalan Binawarga, Jakarta Selatan, akan di
blokir, artinya tidak dapat dipergunakan.
Namun, si wanita juga menyebutkan kalau tidak benar
demikian agar segera membuat laporan ke Polda Jawa Timur. Sebab,
disamping penggunaan nama sesuai KTP juga oleh orang yang tidak
bertanggungjawab juga membuka rekening di Bank Permata Surabaya dengan
nomor rekening 5432283311 juga atas nama Pemimpin Redaksi Surat Kabar
Dialog.
Untuk itu si wanita menawarkan jasa baiknya dengan
membuat laporan secara online melalui saluran telepon. Alasannya tidak
mungkin ke Polda Jawa Timur di Surabaya. Dan setelah di yakan tanpa
hitung detik langsung tersambung dengan seorang laki-laki mengaku
bernama Briptu Wahyu Wibowo dan menyebutkan nomor keanggotaannya serta
menyebutkan dirinya dari bagian pengaduan masyarakat alias SPK Polda
Jawa Timur.
Si Laki-laki tersebut meminta untuk menjawab dengan
benar data-data pribadi. Mulai dari nama, alamat, agama, jumlah
keluarga dan berapa rekening aktif dan di bank mana saja. Namun,
kecurigaan muncul setelah dipertanyakan kembali “kok tidak ditanyakan
pekerjaan”. Lantas si laki-laki yang mengaku anggota polisi tersebut
sedikit terdiam dan suaranya pura setelah mendengar pengakuan bahwa
“Saya Wartawan di bidang hukum dan kriminal”. Langsung di laki-laki
tersebut mengeluarkan kata-kata kotor sambil menutup pembicaraan.
Redaksi mempertanyakan hal tersebut ke PT Telkom
Indonesia kantor Pusat Bandung ingin konfirmasi dengan bagian Humas
Wulan tentang adanya wanita yang mengaku petugas PT Telkom bernama
Kartika mengetahui nama lengkap. Namun, Wulan langsung mempertanyakan
dari mana mengetahui nomor ponselnya. Setelah diberitahun dari Boston,
wartawan Surat Kabar Dialog yang bertugas di lingkungan PT Telkom
Pusat, Bandung, menjawab “oh baik pak, hal ini akankami teruskan ke
unit terkait” jawab tersebut pukul 12.52. Namun, hingga berita ini
diturunkan tidak ada penjelasan dari mana siwanita penelopon mengaku
Kartika mengetahui nama dan nomor telepon kantor Redaksi. (tob).
