Jakarta, hariandialog.co.id.- Menteri BUMN Erick Thohir
tengah menggenjot perusahaan pelat merah untuk mandiri secara
finansial lewat transformasi model bisnis. Artinya, BUMNdiharapkan tak
terus menerus bergantung pada APBN atau kas negara.Erick Thohir
menyampaikan, langkah ini masuk dalam lima prioritas yang dibawanya
dalam menangani perusahaan pelat merah dalam 4 tahun terakhir. Inovasi
model bisnis jadi poin prioritas pertama Erick Thohir.
Dia mencontohkan beberapa BUMN yang mampu menjalankan ini.
Diantaranya, penggabungan Perum DAMRI dan Perum PPD. Transformasi
bisnis Pos Indonesia, revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
hingga diinisiasinya program Indonesia Water Fund oleh Holding
Danareksa.
“Holdingisasi membantu BUMN memperbaiki struktur permodalan,
mengkonsolidasi aset, utang, dan modal keseluruhan, sehingga kapasitas
leverage meningkat, menurunkan cost of capital. Itu bisa karena
menciptakan kemandirian keuangan, pendanaan menjadi cukup tanpa
bergantung pada APBN. Holdingisasi juga menyelaraskan model bisnis,
menciptakan skala ekonomi yang besar, serta membuat BUMN menjadi lebih
fokus dalam alokasi modal, teknologi, dan manusia,” jelas Erick dalam
keterangannya, Rabu (25-10-2023) tulis liputan6.
Informasi, kelima prioritas Erick Thohir tersebut adalah
Pertama, Inovasi Model Bisnis. Kedua, Kepemimpinan Teknologi. Ketiga,
Pengembangan Talenta. Keempat, Peningkatan Investasi. Kelima, Nilai
Ekonomi dan Sosial untuk Indonesia. Hingga mendekati akhir tahun 2023,
kelima prioritas tersebut telah terisi oleh banyak pencapaian kinerja
BUMN.
Kemudian, pada aspek kepemimpinan teknologi, Erick ingin
BUMN biaa beejaya di ranah global. Hal ini dituangkan dalam ambisi
Telkom Indonesia untuk merajai data center di Asia Tenggara. Perintah
Erick, bisnis data center secara global melalui Telkom data Ekosistem
NeutraDC yang merupakan anak usaha Telkom Grup. Salah satu dari 23
pusat data center yang dikelola adalah Hyperscale Data Center (HDC) di
Cikarang, Jawa Barat. “Telkom sedang investasi secara maksimal untuk
memastikan data center kita mendukung digital ekonomi kita yang akan
terbesar di Asia Tenggara. Telkom juga fokus ke infrastruktur, salah
satunya dengan membentuk Mitratel yang sempat IPO, dan menjadi IPO
terbesar di bursa untuk kategori anak usaha,” ujar Menteri BUMN.
(diah).
