
Caption-Kasi TPUL dan Kamneg Pidum Kejati DKI pakai baju dinas
Jakarta,hariandialog.co.id.- Pada Kamis (23/11/2023) bertempat di ruang rapat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengadakan kegiatan penerangan hukum pemilu bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) se-DKI Jakarta.
Kegiatan penerangan hukum Pemilu tersebut dengan tema : ‘Peran Bidang Intelijen Kejaksaan Dalam Pemilu Presiden, DPRD, DPD, dan Kepala Daerah’.
Dalam paparannya, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Wahyu Dinata mengatakan, pentingnya kerjasama dan kolaborasi dengan kejaksaan. “Sharing dari sisi yuridis-nya dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga KPU Provinsi DKI Jakarta dapat bekerja lebih efektif,” katanya.
Dan pada sambutannya, Wahyu menyampaikan seluruh KPU se-Provinsi DKI Jakarta dapat bekerjasama dengan kejaksaan di wilayah masing-masing, sebagai bagian dari upaya bersama untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pemilu.
Sementara, Kasi Ideologi, Politik, Pertanahan, dan Keamanan Kejati DKI Jakarta, Ario Wahyu Hapsoro, mewakili Asintel Kejati DKI Jakarta, Dr. Dwi Antoro SH.MH., menyampaikan bahwa penerangan hukum kepada KPU se-Provinsi DKI Jakarta merupakan bagian dari kolaborasi Forkopimda dengan KPUD Provinsi DKI Jakarta.
Dikatakannya, tujuan dari kerjasama ini adalah agar pelaksanaan pemilu dan pasca pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar, dan hambatan yang timbul dapat dieliminir.
Sedangkan Kasi Tindak Pidana Umum Lainnya pada Bidang Pidana Umum Kejati DKI Jakarta, Rolando Ritonga mengatakan, untuk menyamakan pemahaman dan pola penanganan tindak pidana Pemilu, Bawaslu, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia membentuk Gakkumdu.
Dia menuturkan, Gakkumdu melekat pada Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota.”Gakkumdu terdiri atas penyidik yang berasal dari Kepolisian Negara Republik Indonesia dan penuntut yang berasal dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia,” paparnya.
Dalam acara itu, turut hadir Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta Astri Megatari, Melvi Agustina, Fahmi Zikrillah, Mohamad Tarmidzi, Irwan Supriadi Rambe dan Dodi Wijaya serta Sekretaris KPU Provinsi DKI Jakarta Dirja Abdul Kadir.
Ditambah Ketua, anggota, dan sekretaris KPU Kabupaten/Kota se-DKI Jakarta.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari upaya bersama untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik dan tanpa hambatan di Provinsi DKI Jakarta,” tutupnya. (Het)
