Jakarta, hariandialog.co.id.- Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Embung Wanakaya di Indramayu, Jawa
Barat yang menghabiskan biaya Rp 32,4 miliar.
Embung tersebut memberikan manfaat untuk irigasi dan
pariwisata. Selain memberikan solusi krisis air bagi petani,
kehadirannya menjadi ruang publik baru karena memiliki pemandangan
indah berlatar belakang persawahan. “Embung Wanakaya sempat viral di
media sosial setelah pembangunannya rampung dan memiliki pesona
tersendiri bagi wisatawan lokal,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
dalam keterangan tertulis, Minggu (4-2-2024).
Embung Wanakaya bernuansa alam khas pedesaan yang
dilengkapi dengan jogging track. Keberadaannya diperuntukkan untuk
ketahanan air dan kedaulatan pangan. “Di beberapa daerah masih
terdapat masyarakat yang kerap kesulitan memperoleh air bersih.
Realitas seperti ini menjadi perhatian Kementerian PUPR agar selalu
berupaya menyediakan infrastruktur air, salah satunya melalui
pembangunan embung,” ucapnya.
Pembangunan Embung Wanakaya dilaksanakan pada tahun
anggaran 2020-2021 dengan biaya APBN sekitar Rp 32,4 miliar. Embung
berkapasitas tampung 101.800 m3 ini telah memberikan manfaat suplai
air untuk lahan pertanian seluas 777 hektare (Ha) serta sebagai
tampungan cadangan Pembangunan Embung Wanakaya dilaksanakan dalam dua
tahap. Tahap pertama pada 2020 meliputi pekerjaan tanah (galian,
timbunan dan blanket), pembuatan intake, pembangunan rumah pompa,
pemasangan pipa penyaluran, dan pekerjaan inlet dan outlet. Sedangkan
tahap kedua pada 2021 meliputi pekerjaan revetment, jalan inspeksi,
pemancangan minipile, dan pasangan batu.
Sebagaimana diketahui, embung merupakan salah satu teknik
pemanenan air yang sangat sesuai untuk daerah kering. Tampungan air
embung berfungsi untuk mendistribusikan dan menjamin kontinuitas
ketersediaan air untuk berbagai kebutuhan masyarakat, yaitu menyimpan
air pada saat musim penghujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu
diperlukan tulis dtcfin.
Kehadiran Embung Wanakaya diharapkan dapat memberikan
solusi krisis air bagi para petani, sehingga mampu mendongkrak hasil
tani dan meningkatkan perekonomian masyarakat. (halim-01).
