Bogor,hariandialog.co.id.- Pemerintah Kota Bogor mendesak jajaran
Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Kementerian
PUPR untuk segera menangani banjir lintasan yang kerap melanda ruas
jalan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruas (PUPR) Kota Bogor, Rena Da Frina usai rapat koordinasi
penanganan banjir di ruas jalan nasional yang berlangsung di kantornya
pada Senin (5-2-2024).
Rena menjelaskan, dalam rapat itu pihaknya membahas
persoalan banjir yang kerap terjadi di ruas jalan nasional setiap kali
hujan deras menghuyur wilayah Kota Bogor.
Terdapat sejumlah titik banjir yang jadi sorotan Rena
dalam rapat tersebut. Di antaranya Jalan Sholeh Iskandar di depan
Mitra 10, Jalan Sholeh Iskandar di depan Taman Sari Persada, dan
genangan air di Jalan Raya Bogor di bawah Jembatan Talang Air.
“Penyebab banjir di Jalan Sholeh Iskandar itu akibat saluran air
crossingan dari Cimanggu Permai ke UIKA yang kondisinya tidak
memungkinkan. Crossingan eksisting itu sisa satu per tiga bagian saja
karena terpakai pile cap Tol BORR dan saat ini kondisinya rusak serta
amblas,” ujarnya.
Akibatnya aliran air yang seharusnya lancar melewati
saluran tersebut akhirnya berbalik dan membanjiri permukiman warga.
Rena berpendapat seharusnya Pejabat Pembuat Komitmen PPK
5.1 Provinsi Jawa Barat mesti membuat saluran baru yang bisa menampung
buangan air dari wilayah tersebut. Hal serupa juga ia minta pada titik
saluran di Jalan Sholeh Iskandar di depan Perumahan Taman Sari
Persada.
Ia mendorong PPK 5.1 membangun saluran air di wilayah ini
supaya air hujan maupun limpahan Tol BORR tidak lagi menumpuk dan
membanjiri ruas jalan itu. “Tahun ini mereka akan membuat saluran,
namun akan dicek dulu. Kami juga menghadirkan Marga Sarana Jabar untuk
koordinasi terkait hal ini. Harapannya ada kontribusi yang diberikan,”
ucapnya tulis radarbog. (halim-01).
