Bandung, hariandialog.co.id.- Satuan Polisi dari Polda Jawa Barat
mengungkap perjudian jenis kasino di kawasan Kosambi, Kota Bandung,
Jawa Barat.
Tempat perjudian tersebut diketahui dijalankan secara
terselubung dengan modus menjalankan tempat biliar dan karaoke.
Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudi Setiawan
mengungkapkan, operasional kasino tersebut menghasilkan keuntungan
besar. Kepolisian menyita uang tunai senilai Rp 359,6 juta. “Dan ada
uang di dalam empat rekening yang jumlahnya Rp 2,7 miliar,” ucap
Hendra dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 19 Juni 2025.
Rudi menuturkan, gedung kasino tersebut memiliki tiga
ruangan yang dipakai untuk berjudi. Di dalamnya ada total enam meja
untuk permainan kartu baccarat dan niu-niu. “Setiap meja dapat
menampung maksimal tujuh pemain dan satu bandar,” ujar Rudi.
Dalam permainan, tiap-tiap pemain nantinya akan bertaruh
dengan nominal mulai dari 100 ribu rupiah hingga 10 juta rupiah.
Uang-uang yang dijadikan taruhan tersebut sebelumnya akan ditukarkan
dengan chip terlebih dahulu.
Rudi menjelaskan, ada tiga jenis keping chip yang digunakan dalam
kasino tersebut. Chip 100 untuk taruhan senilai 100 ribu rupiah, chip
500 untuk taruhan 500 ribu rupiah, serta chip 1000 untuk taruhan
sebesar 1 juta rupiah. “Keuntungan diharapkan sebesar Rp 300 juta per
harinya,” kata Rudi.
Selain uang tunai dan empat buku rekening bank, polisi juga menyita 10
set meja kasino untuk permainan jenis Niu Niu dan Baccarat, 38 unit
telepon genggam, satu unit iPad, satu perangkat komputer kasir dan
sejumlah kamera CCTV dan perangkat monitor.
Sebelumnya, puluhan personel Polda Jawa Barat merazia New Ballroom
Billiard, Karaoke, and Live Music di Jalan Ahmad Yani No.126,
Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, pada Selasa dini
hari, 17 Juni 2025. Polisi merazia tempat biliar dan karaoke itu
karena diduga menyediakan fasilitas judi kasino.
Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabat Komisaris Besar
Hendra Rochmawan, polisi menemukan 10 meja judi serta perlengkapan
lain seperti dadu, koin pengganti uang, dan peralatan elektronik
pendukung. “Memang ini kondisinya sangat tersamar di keramaian kota,
dan promosinya futsal,” kata Hendra pada Selasa, 17 Juni 2025, tulis
tempo. (halim-01)
