
Bandung Barat, hariandialog.co.id – Di bawah langit cerah pagi Kamis, 19 Juni 2025, semangat itu menyatu di Lapang Plaza Mekarsari, komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Suara pasukan drum band menggema, mengiringi langkah barisan upacara dengan irama penuh semangat, seolah menjadi denyut nadi baru bagi perjalanan Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang kini menginjak usia ke-18 tahun.
Hari Ulang Tahun”KBB” Tahun ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi panggung perenungan, sekaligus panggilan untuk melanjutkan pembangunan dengan hati yang jernih dan niat yang bersih. Di hadapan ASN, tokoh masyarakat, pelajar, dan tamu undangan, Bupati Jeje Ritchie Ismail menyampaikan pesan penuh makna.
“Kita ingin KBB menjadi rumah besar yang amanah dan berkelanjutan. Tempat di mana setiap warga merasa nyaman, dihargai, dan dilibatkan,” ucapnya dengan suara mantap.
Empat Pilar, Satu Tujuan: Membangun dengan Jiwa

Empat pilar menjadi pondasi dari arah pembangunan KBB: Amanah, Nyaman, Adaptif, dan Aspiratif. Bukan hanya jargon, melainkan refleksi dari kerja nyata pemerintah dan masyarakat.
Pilar Amanah diwujudkan dalam bentuk dukungan terhadap pesantren dan rumah ibadah yang ramah lingkungan. Guru ngaji dan marbot tak lagi dipandang sebelah mata, tetapi digandeng sebagai bagian dari penguatan sosial. Ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata tumbuh berdampingan dengan proyek infrastruktur yang terus menggeliat.
Pilar Nyaman terlihat dari hadirnya ruang terbuka hijau baru dan sistem pengelolaan sampah yang mulai tertata. Jalan-jalan diperbaiki, jembatan diperkuat, dan sekolah serta layanan kesehatan diperbaiki dengan semangat pemerataan.
Pilar Adaptif menjawab tantangan zaman. Digitalisasi pelayanan publik tak lagi sekadar wacana—tapi kenyataan. ASN ditingkatkan kapasitasnya, pelayanan jadi lebih cepat dan transparan. Tak ketinggalan, keterbukaan data menjadi budaya baru di tengah era keterhubungan.
Pilar Aspiratif, menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah. Dari forum musrenbang hingga diskusi dengan pemuda dan perempuan, suara masyarakat diakomodasi. Keterlibatan RT/RW dan respon cepat terhadap pengaduan menjadi bukti bahwa aspirasi warga adalah bagian dari pembangunan itu sendiri.
Dari Data ke Dampak: Mewujudkan Harapan Lewat Capaian
Tak hanya bicara rencana, Pemkab KBB menunjukkan capaian yang konkret. Jalan sepanjang hampir 25 kilometer telah diperbaiki di berbagai wilayah. Sementara di sektor pendidikan, 47 ruang kelas ditargetkan diperbaiki tahun ini. Gerakan “Juara Bersih” dan pengolahan ulang sampah plastik menjadi langkah cerdas menghadapi isu lingkungan.
Di balik data itu, ada wajah-wajah bahagia: anak-anak yang bisa belajar lebih nyaman, warga yang tak lagi terperosok di jalan rusak, dan lingkungan yang mulai tertata lebih asri.
Membangun KBB, Menggandeng Generasi Muda
Yang menarik dari sambutan Bupati Jeje adalah seruannya pada generasi muda.
“KBB butuh kalian—anak-anak muda kreatif, inovatif, dan peduli. Mari kita bentuk Bandung Barat yang lebih baik bersama-sama,” ujarnya.
Tak lupa, ia juga mengajak para ASN, camat, kepala desa, dan seluruh perangkat pemerintahan untuk menjaga integritas dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
Penutup Penuh Harap
Upacara HUT ke-18 bukan hanya ditutup dengan doa dan taburan bunga. Tapi dengan semangat dan janji: bahwa Bandung Barat akan terus melangkah maju dengan jiwa yang bersih, visi yang terang, dan langkah yang kokoh. Di bawah panji “Wibawa Mukti Kerta Raharja”, Bandung Barat tak hanya merayakan usia—tetapi memaknai perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih cerah.
Sumber Berita :
DISKOMINFO KBB
