
Majalengka.hariandialog.co.id – Sejumlah warga Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka,mempertanyakan kualitas proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Gang Cecerewed, Blok Sabtu. Proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 senilai Rp159.701.000 itu dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa setempat dengan ukuran 200 x 0,6 x 0,35 meter.
Warga menilai hasil pengerjaan proyek tersebut kurang baik dan tidak tuntas, sehingga sebagian area TPT kini dijadikan tempat pembuangan sampah. Selain itu, mereka menduga anggaran yang digunakan terlalu besar dan tidak wajar.
“Kami sangat menyayangkan Pemdes Panyingkiran dalam mengalokasikan anggaran. Seharusnya perhitungannya jelas dan rinci, supaya tidak terkesan anggarannya membengkak. Kualitasnya pun buruk karena tidak tuntas, akibatnya masyarakat membuang sampah di jalan yang dipasang TPT,” ujar dua warga yang enggan disebut namanya, Sabtu (9/8).
Warga juga mempertanyakan program ketahanan pangan desa yang salah satu kegiatannya adalah pembangunan kandang ayam petelur senilai lebih dari Rp100 juta. Menurut mereka, hingga kini belum ada realisasi pembangunan kandang tersebut.
“Kami minta penjelasan dan pertanggungjawaban. Sampai sekarang belum ada kandang ayamnya,” ucap warga tersebut.
Kepala Desa Panyingkiran, Ana Lesmana, saat dikonfirmasi di kantor desa, Senin (11/8), membantah tudingan tersebut.
“Itu tidak benar kalau anggarannya membengkak. Volume pekerjaannya malah lebih, jadi 103 meter kiri dan kanan. Soal pengurugan dan pengerasan jalan, memang belum dilakukan karena anggarannya tidak cukup. Insyaallah tahun 2026 akan dilanjutkan,” jelasnya.
Terkait program ketahanan pangan, Ana menegaskan kegiatan tersebut tetap berjalan, namun lokasi pembangunannya dipindahkan.
“Awalnya di sawah, tapi airnya tidak surut-surut, jadi kami pindahkan ke tanggul BBWS. Sekarang pondasi ukuran 8 x 9 meter sudah dikerjakan, dengan anggaran Rp108 juta. Pengerjaannya tertunda karena bertepatan dengan musim panen. Setelah panen selesai, pembangunan akan dilanjutkan untuk kandang ayam petelur,” tegas Ana.(Ayub)
